Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

 

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Usai Bikin Blunder, Fred Dihujani Serangan Rasialisme

Senin 22 Mar 2021 02:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

Manchester Uniteds Mason Greenwood, left, duels for the ball with Leicesters Wilfred Ndidi during the English FA Cup quarter final soccer match between Leicester City and Manchester United at the King Power Stadium in Leicester, England, Sunday, March 21, 2021.

Manchester Uniteds Mason Greenwood, left, duels for the ball with Leicesters Wilfred Ndidi during the English FA Cup quarter final soccer match between Leicester City and Manchester United at the King Power Stadium in Leicester, England, Sunday, March 21, 2021.

Foto: AP/Ian Walton, Pool
Komentar di unggahan Instagramnya tersebut diisi oleh emoji monyet

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Fred mendapatkan kekerasan rasial di media sosial, usai Manchester United tumbang di perempatfinal Piala FA oleh Leicester City, Senin (22/3) dini hari. Komentar di unggahan Instagramnya tersebut diisi oleh emoji monyet karena kekalahan tersebut.

 

Bahkan ada komen yang minta pemain asal Brasil itu mesti kembali ke Favelas, sebuah pemukiman kumuh di negara asalnya. Fred memang tampil buruk dalam pertandingan ini. Pemain berusia 28 tahun tersebut jadi biang keladi gol pertama di King Power, setelah salah melakukan back-pass, yang diambil Kelechi Inehanacho untuk mencetak gol pertam dalam laga ini.

Ia juga gagal mengawal Youri Tielmans, saat sang gelandang mencetak gol kedua Leicestes, hingga akhirnya ditarik Ole Gunnar Solskjaer pada menit 84. Dikutip dari Dailymail, Senin (22/3), Fred pun kemudian menutup kolom komentar dari unggahannya. Namun pengguna Instagra lain malah memberikan emoji moyet di unggahan Fred dari pekan lalu.

Manajer United Ole Gunnar Solskjaer mengaku Fred terpengaruh dengan insiden tersebut. Anthony Martial dan Marcus Rashford jadi pemain lain MU yang mengalami kekerasan rasial musim ini, dan masalah tersebut terus berlanjut tanpa solusi yang jelas. Padahal, pada Desember 2019, ada yang pernah ditangkap usai derby Manchester, setelah melakuan gestur rasis dari tribun.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile