Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kesan Sebastian Stan 10 Tahun Perankan Winter Soldier

Senin 22 Mar 2021 16:01 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Sebastian Stan mengaku tumbuh dan berevolusi bersama karakter 'Winter Soldier'.

Sebastian Stan mengaku tumbuh dan berevolusi bersama karakter 'Winter Soldier'.

Foto: Flickr
Sebastian Stan mengaku tumbuh dan berevolusi bersama karakter 'Winter Soldier'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah satu dekade aktor Sebastian Stan memerankan tokoh Bucky Barnes alias Winter Soldier dalam film-film Marvel. Kini, karakter yang sama juga dia hidupkan di serial 'The Falcon and The Winter Soldier'.

 

Menghabiskan 10 tahun menjadi Bucky, Stan mengaku tumbuh dan berevolusi bersamanya. Pria 38 tahun kelahiran Rumania itu selalu belajar hal baru dari karakter jagoan yang dia perankan tersebut.

Baca Juga

Stan sudah sangat nyaman dan familier memerankan Bucky dalam film. Dia merasakan sedikit penyesuaian ketika harus menghadirkannya dalam serial. Menurut dia, itu pengalaman menyeramkan sekaligus mengasyikkan.

"Serial ini memperbesar gambaran tentang identitasnya (Bucky) dan bagaimana dia benar-benar menerima masa lalu. Semacam mengedukasi ulang dirinya sendiri tentang dunia tempatnya berada saat ini," ujar Stan.

Begitu juga prinsip ideal yang ingin dijalani Bucky, serta dorongan-dorongan yang membuatnya tidak merasa seperti sebelumnya. Bucky ada di lintasan yang menarik dan itu membuat Stan sangat bersemangat sebagai aktor.

Stan menyampaikan itu pada konferensi pers global Senin (15/3) dini hari silam. Dia juga berkomentar tentang relasi Winter Soldier dengan Sam Wilson atau Falcon. Menurut dia, keduanya punya kesamaan dan berbagi duka serupa.

Falcon maupun Winter Soldier terus bertumbuh dalam jalinan cerita yang sangat realistis. Mereka sama-sama memiliki pengalaman sebagai tentara, pria yang mengabdi, juga isu emosional dan personal mengenai trauma masa lalu.

"Itu adalah hal yang membuat mereka bersama. Ada juga rasa saling menghormati antara mereka. Walaupun mereka memiliki ide dan opini yang berbeda tentang beberapa hal, tetap terwujud respek satu sama lain," ujar Stan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile