Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

16 Juta Bulk Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Kamis 25 Mar 2021 07:40 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Friska Yolandha

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/3). Sebanyak 16 juta bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia, Kamis (25/3).

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/3). Sebanyak 16 juta bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia, Kamis (25/3).

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Secara akumulatif, Indonesia sudah memiliki 53,5 juta bulk vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 16 juta bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 kembali tiba di Indonesia, Kamis (25/3). Bahan-bahan ini merupakan bahan baku vaksin yang didatangkan dari perusahaan China, Sinovac.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, kedatangan vaksin virus corona ini merupakan tahap ketujuh dari seluruh hadirnya vaksin Covid-19 di Indonesia.

"Dari 16 juta tersebut secara akumulatif berarti kita sudah punya 53,5 (juta) bulk vaksin," kata Dante saat konferensi virtual vaksin Covid-19 tahap tujuh di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis.

Wamenkes mengatakan nantinya bulk tersebut dibawa tiga truk menuju ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Penghasil Vaksin Bio Farma untuk dilakukan produksi. Setelah itu, dia melanjutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan evaluasi sebelum digunakan.

Ia menambahkan, ketersediaan vaksin menjadi sangat vital dalam menjaga program vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengaturan kecepatan berdasarkan ketersediaan vaksin.

"Dengan adanya suplai tambahan vaksin yang baru pada hari ini, maka tentunya fase dan kecepatan vaksinasi per hari akan terus kita tingkatkan sehingga kita akan mencapai 181,5 juta target untuk memperoleh kekebalan kelompok (herd immunity)," kata Dante.

Baca juga : Data Vaksin Gotong Royong di Antara Kadin dan Kemenkes

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile