Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

China Larang Pejabat AS dan Kanada Masuki Negaranya

Ahad 28 Mar 2021 09:03 WIB

Red: Nur Aini

Bendera Amerika Serikat

Bendera Amerika Serikat

Larangan dari China merupakan aksi balasan atas sanksi AS dan Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Beberapa pemuka dan anggota parlemen dari Amerika Serikat dan Kanada dilarang memasuki wilayah China, Hong Kong, dan Makau. Larangan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri China (MFA) pada Sabtu (27/3) malam itu sebagai tindakan balasan atas sanksi AS dan Kanada terhadap China terkait isu Xinjiang.

 

Dalam keterangan persnya, MFA menyebutkan beberapa individu yang dikenai sanksi tersebut, yakni Ketua Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) Gayle Manchin, Wakil Ketua USCIRF Tony Perkins, dan anggota Parlemen Kanada Michael Chong. Untuk organisasi yang dikenai sanksi China adalah Suh-Komite Hak Asasi Internasional pada Komisi Tetap Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Dewan Perwakilan Kanada.

Baca Juga

"Individu-individu tersebut dilarang memasuki China, Hong Kong, dan Makau. Warga China dan lembaga juga dilarang melakukan hubungan bisnis dengan individu-individu tersebut dan dilarang mengadakan pertukaran dengan organisasi tersebut," kata MFA.

MFA menyatakan bahwa pemerintahannya dengan tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan pembangunan nasional. China mendesak beberapa pihak terkait memahami situasi tersebut dan memperbaiki sikapnya.

"Mereka harus segera menghentikan manipulasi politik terkait isu Xinjiang, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dalam berbagai bentuk dan tidak mengulangi kesalahan lebih lanjut," demikian peringatan MFA.

AS dan Kanada mengutuk kebijakan China terbaru tersebut. Sebelumnya China juga memberikan sanksi serupa terhadap individu dan entitas di Uni Eropa dan Inggris.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile