Muncul Klaster Takziah, Sultan: Sering Seenaknya Sendiri

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dua klaster baru penyebaran Covid-19 muncul di Kabupaten Sleman, yaitu klaster takziah. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, munculnya klaster ini dikarenakan masyarakat mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

"Ya (masyarakat) sering seenaknya sendiri," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (30/3).

Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengabaikan pengawasan terhadap protokol kesehatan. Hal ini, katanya, menyebabkan warga juga seenaknya sendiri untuk tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Untuk itu, ia meminta pemerintah kabupaten maupun kota se-DIY agar mengetatkan pengawasan. Begitu pun dengan mobilitas masyarakat yang harus dijaga agar tidak muncul kembali klaster baru penularan Covid-19.

"Saya mohon Pemkab Sleman itu memperhatikan mobilitas masyarakat untuk tidak seenaknya sendiri. Disiplin (protokol kesehatan) harus diterapkan, semua kepala daerah (juga harus disiplin), khususnya Sleman," ujarnya.

Seperti diketahui, dua klaster takziah tersebut ditemukan di Dusun Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik dan di Dusun Plalangan, Desa Pandowoharjo. Dilaporkan 44 orang positif Covid-19 di Dusun Blekik berdasarkan swab antigen dan lebih dari 30 orang positif di Dusun Plalangan.

 

Terkait


Batam Belum Temukan Klaster Covid-19 di Sekolah

Adik Sultan Yogyakarta Meninggal Dunia

Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X Meninggal Dunia

Klaster Takziah, Sultan: Masyarakat Sering Seenaknya Sendiri

Sultan Minta Sleman Awasi Ketat Mobilitas Warganya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark