Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Prancis Terancam Hadapi Puncak Gelombang Ketiga Covid-19

Kamis 01 Apr 2021 18:00 WIB

Red: Nur Aini

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Foto: EPA-EFE/YOAN VALAT
Macron menginstruksikan agar Prancis menerapkan lockdown nasional ketiga.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Prancis dapat mencapai puncak gelombang ketiga pandemi Covid-19 dalam 7-10 hari, dengan pembatasan ketat lanjutan diumumkan pada Rabu (31/3) oleh Presiden Emmanuel Macron, kata Menteri Kesehatan Olivier Veran kepada stasiun radio France Inter.

Macron menginstruksikan agar Prancis menerapkan lockdown nasional ketiga. Presiden juga mengatakan sekolah-sekolah akan ditutup selama tiga pekan seraya berupaya menekan kembali gelombang ketiga infeksi virus corona yang mengancam rumah sakit.

Baca Juga

"Kami bisa mencapai puncak epidemi dalam 7 sampai 10 hari jika semuanya berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan," kata Veran.

"Lalu kami membutuhkan dua pekan lagi untuk sampai di titik teratas jumlah pasien ICU yang dapat terjadi pada akhir April."

Infeksi harian Covid-19 di Prancis naik dua kali lipat sejak Februari menjadi rata-rata hampir 40.000 infeksi. Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 ICU menembus angka 5.000 pekan ini, melebihi puncak selama penguncian enam pekan yang diberlakukan akhir tahun lalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile