Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kota Malang Dukung Percepatan Digitalisasi Ekonomi

Senin 05 Apr 2021 15:14 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang.Sutiaji mendukung penuh upaya percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor. Hal ini diungkapkan ketika mengikuti Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara virtual di Hotel Tugu Malang, Senin (5/4).

Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang.Sutiaji mendukung penuh upaya percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor. Hal ini diungkapkan ketika mengikuti Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara virtual di Hotel Tugu Malang, Senin (5/4).

Foto: Republika/ Wilda Fizriyani
Wali Kota Malang menargetkan daerahnya harus ikuti digitalisasi dalam berbagai aspek

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Wali Kota Malang, Sutiaji mendukung penuh upaya percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor. Hal ini diungkapkan ketika mengikuti Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 secara virtual di Hotel Tugu Malang, Senin (5/4).

Menurut dia, Kota Malang harus bisa masuk pada digitalisasi di berbagai aspek. Oleh sebab itu, dia bertekad untuk terus menguatkan hal tersebut. "Mudah-mudahan penguatan ekonomi digital di Kota Malang bisa dikuatkan," ucap Sutiaji, Senin (5/4).

FEKDI 2021 sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya digitalisasi ekonomi dan keuangan. Hal ini sekaligus mendorong pengembangan inovasi dan keuangan digital. Utamanya, dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. 

Sutiaji mengaku pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung upaya percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor. Pertama, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah tidak lagi menggunakan tunai pada setiap pemberian bantuan.

“Yang kedua, puskesmas harus digerakkan, pasar-pasar nanti harus digerakkan. Bagaimana Kopindag belajar terus agar transaksi di pasar-pasar harus kita pakai dengan transaksi digital,” ungkap Sutiaji.

Di sisi lain, Sutiaji tak menampik pandemi Covid-19 telah mengubah masyarakat untuk beralih ke aspek-aspek digital. Dengan adanya kondisi ini, maka digitalisasi kini bukan hanya milik negara maju tapi seluruh negara di dunia. Hal ini berarti setiap negara sudah pasti tidak boleh meninggalkan digitalisasi dalam kehidupannya.

Di kesempatan serupa, Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan menyatakan, pihaknya juga mendukung percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di berbagai sektor. “Mudah-mudahan tujuan dari acara hari ini untuk menon-tunaikan berbagai aspek kehidupan yang memungkinkan, bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Azka.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile