Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Vaksinasi Lansia di Israel dan Inggris Sukses Turunkan Kasus

Selasa 06 Apr 2021 17:21 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada lansia saat vaksinasi massal dengan sistem jemput bola berbasis Banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi COVID-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada lansia saat vaksinasi massal dengan sistem jemput bola berbasis Banjar di Denpasar, Bali, Senin (5/4/2021). Vaksinasi COVID-19 yang digelar di tiga desa di Denpasar yakni Desa Panjer, Desa Sesetan dan Desa Sidakarya tersebut menyasar lansia, guru, pedagang dan perangkat desa dengan menargetkan 2.500 orang per hari yang berlangsung hingga bulan Mei 2021 untuk dosis pertama.

Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA
Lansia rentan mengalami kondisi berat saat terinfeksi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa negara dan wilayah, termasuk Inggris serta Israel telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk kelompok sasaran lanjut usia (lansia). Hasilnya, angka penularan virus hingga kematian di dua tempat ini berkurang signifikan.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengutip data bahwa 80 persen lansia yang tinggal di dua tempat yaitu Inggris dan Israel telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Baca Juga

"Ternyata, angka kematian di Inggris dan Israel berkurang 30 persen dan penularan turun 50 persen. Kita di Indonesia bisa melakukan hal yang sama," ujarnya saat mengisi konferensi virtual bertema Tugas Mulia Urus Lansia, Selasa (6/4).

Mulia menambahkan, 3 juta dosis vaksinasi Covid-19 yang disuntikkan di tubuh masyarakat Indonesia terbukti aman, halal, dan gratis. Jadi, dia menambahkan, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti program vaksinasi.

Untuk memperluas cakupan, ia mengajak anak muda, pengurus RT ikut berpartisipasi untuk mendaftarkan para lansia supaya bisa mendapatkan vaksinasi. Diharapkan, dengan upaya ini bisa melindunginya dari penularan virus ini.

Baca juga : Epidemiolog Minta Pemerintah Fokus Vaksinasi Lansia

Dirga menjelaskan, lansia rentan mengalami kondisi berat saat terinfeksi virus ini. Oleh karena itu, ia menegaskan  tindakan terbaik untuk mengendalikan pandemi adalah menerapkan protokol kesehatan 5M dan vaksinasi.

Ia menambahkan, sebenarnya tujuan vaksin Covid-19 berbagai merek sama yaitu untuk membentuk antibodi supaya kebal. Terkait bahan baku cvaksin, ia menegaskan tidak ada vaksin yang mengandung virus Covid-19 yang hidup.

"Oleh karena itu, mustahil ada orang terinfeksi Covid-19 akibat vaksin Covid-19. Pada prinsipnya semua vaksin ini apalagi telah mendapatkan izin karena aman dan efektif dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile