Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Desktop news detail topline

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_topline

Jaksa Gagal Hadirkan Saksi Kunci di Sidang Habib Bahar

Rabu 21 Apr 2021 00:05 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Agus Yulianto

Terdakwa kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith mengikuti sidang.

Terdakwa kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith mengikuti sidang.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Alasan saksi tak hadir dalam sidang karena tidak diizinkan perusahaan tidak rasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jaksa Penuntut Umun (JPU) dari Kejati Jabar, gagal menghadirkan saksi kunci sekaligus korban penganiayaan bernama Andriansyah dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri(PN) Bandung, Selasa (20/4). Karena saksi kunci tak hadir, Jaksa pun memohon kepada Majalis Hakim untuk membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) dalam sidang dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith.

Desktop news detail text

Edit
IDR 0
desktop_news_detail_text

Menurut Jaksa Suharja SH, saksi Andriansyah tak bisa hadir dalam sidang pemeriksaan lantaran tak mendapatkan izin dari perusahannya. Padahal, kata Jaksa, surat panggilan sudah dikirimkan ke saksi sesuai dengan alamatnya. 

"Kami sudah kirimkan surat panggilan ke Ardiansyah. Namun yang bersangkutan tidak mendapat izin dari perusahaan tempat dia bekerja," kata Jaksa sebelum membacakan BAP.

Ketua Majelis Hakim, Surachmat, menanggapi alasan ketidakhadiran saksi kunci dalam sidang tersebut. Ketiga hakim sempat berembug untuk menyikapi ketidakhadiran saksi Andriansyah. "Kami perintahkan Jaksa untuk menghadirkan saksi dengan upaya paksa. Supaya saksi dihadirkan di persidangan ini," ujar dia.

Dikatakan Hakim, alasan saksi tak hadir dalam sidang karena tidak diizinkan oleh perusahaan tidak rasional. Ia mengatakan, setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum. "Tidak ada alasan bagi warga negara menolak hadir dalam persidangan. Kami beri waktu (Jaksa) satu minggu untuk menghadirkan saksi di persidangan," tutur dia.

Kuasa hukum terdakwa, menolak permintaan Jaksa yang hanya membacakan keterangan saksi berdasarkan BAP. Dia meminta, Jaksa menghadirkan saksi korban Andriansyah dalam persidangan tersebut. "Seharusnya Jaksa menghadirkan saksi di persidangan. Kami keberatan, seharusnya saksi dihadirkan untuk mengungkap fakta dan kebenarannya di ruang sidang," kata Ichwan Tuan Kotta.

Baca juga : PBNU: Sebaiknya Memang Takbir Keliling Dihindari

Sidang akhirnya ditunda seminggu ke depan oleh Majalis Hakim dengan agenda yang sama yaitu mendengarkan keterangan saksi korban. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop news detail beita terkait

Edit
IDR 55.000.000
desktop_news_detail_beita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop news detail right 1

Edit
IDR 8.000.000
4500000
 
 

Desktop news detail right 2

Edit
IDR 7.500.000
4000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000

Desktop news detail right 4

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_right_4

Desktop news detail bottom Frame

Edit
IDR 9.500.000
5000000