Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

RSF: Kebebasan Pers di Bawah Tekanan Selama Pandemi

Rabu 21 Apr 2021 04:54 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Pers dibatasi selama pandemi corona

Pers dibatasi selama pandemi corona

Jurnalisme tetap menjadi alat melawan informasi yang salah.

Sebuah laporan Reporters Without Borders (RSF) yang dirilis pada Selasa (20/04) menyimpulkan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan represi dan serangan terhadap jurnalis di seluruh dunia.

Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

Pemberitaan tentang perkembangan virus corona telah dibatasi di banyak negara. "Pandemi virus corona telah memperkuat dan mengkonsolidasikan kecenderungan represif di seluruh dunia," kata Direktur Eksekutif RSF Jerman Christian Mihr kepada DW.

Namun, jurnalis masih memegang peranan penting dalam melawan disinformasi yang disebarkan oleh para pemimpin seperti mantan Presiden AS Donald Trump, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Nicolas Maduro dari Venezuela.

Jurnalisme independen merupakan "alat efektif tunggal melawan pandemi informasi yang salah," kata Mihr.

Kebebasan pers dirugikan di Eropa

Meski negara-negara Eropa menempati tujuh dari 10 teratas yang terdaftar oleh RSF dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2021, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa hanya tiga negara teratas yakni Norwegia, Finlandia, dan Swedia yang cukup melindungi kebebasan pers.

Laporan itu juga mengecam Inggris atas perlakuannya terhadap pendiri WikiLeaks Julian Assange, membuat negara itu turun dua peringkat. "Tempat ke-33 bukanlah posisi yang baik untuk ibu pertiwi demokrasi," kata Mihr tentang Inggris.

Laporan RSF mengutuk Yunani dan Spanyol atas upaya mereka membatasi pemberitaan tentang migran serta "keputusan politik tanpa malu-malu Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban untuk membatasi kebebasan berbicara dan kebebasan pers."

Banyaknya insiden reporter yang diserang oleh para ahli teori konspirasi pada protes anti-penguncian membantu menurunkan skor kebebasan pers Jerman dua peringkat ke posisi 13.

Situasi berbahaya bagi jurnalis di seluruh dunia

Tidak heran apabila Belarusia dinilai buruk dalam laporan tersebut. Tercatat hingga akhir tahun 2020, lebih dari 400 jurnalis telah ditangkap di sana. Sementara itu, kebebasan pers yang dibatasi di negara Eropa Timur membuatnya meraih skor terburuk dan menempatkannya di peringkat 158 dari total 180 negara yang terdaftar.

Rusia hanya bernasib sedikit lebih baik, berada di posisi 150.

Banyak negara di Afrika mencatatkan kinerja buruk, salah satunya Eritrea yang berada di peringkat terakhir. Benua Afrika dianggap menjadi wilayah paling berbahaya bagi jurnalis.

Namun, beberapa negara mendapatkan nilai bagus karena mengalami peningkatan signifikan. Burundi melonjak 13 peringkat, menempati 147, karena telah berhasil membebaskan beberapa jurnalis yang ditangkap secara sewenang-wenang.

(ha/hp)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame