Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Ukraina Undang Putin untuk Selesaikan Konflik

Rabu 21 Apr 2021 05:39 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Pasukan Ukraina pro-Rusia.

Pasukan Ukraina pro-Rusia.

Foto: Reuters
Ukraina berharap negara Barat memberikan

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dengannya di wilayah Donbass Ukraina timur, Selasa (20/4).  Pertemuan kedua kepala negara ini untuk pembicaraan mengakhiri konflik di wilayah tersebut dan meredakan ketegangan antara kedua negara.

 

"Tuan Putin: Saya siap melangkah lebih jauh dan mengundang Anda untuk bertemu di mana saja di Donbass Ukraina, di mana ada perang," kata Zelenskiy.

Baca Juga

Zelenskiy juga mendesak negara Barat untuk memberikan sinyal yang jelas bahwa mereka bersedia untuk mendukung negara dalam kebuntuan dengan Rusia. Kebuntuan tersebut telah mendorong Ukraina untuk meminta negara-negara anggota NATO agar menerima Ukraina ke dalam aliansi militer.

Ukraina juga meminta Uni Eropa (UE) agar menjatuhkan sanksi ekonomi baru buat Moskow. "Warga kami membutuhkan sinyal yang jelas bahwa di tahun kedelapan perang, negara yang merupakan perisai bagi Eropa dengan mengorbankan nyawanya, akan menerima dukungan tidak hanya sebagai mitra dari tribun, tetapi sebagai pemain di tim yang sama, langsung di lapangan, bahu membahu," kata Zelenskiy.

Ukraina ingin mengakhiri konflik melalui diplomasi tetapi siap untuk mempertahankan diri jika diserang. "Apakah Ukraina menginginkan perang? Tidak. Tapi apakah Ukraina siap untuk perang? Ya," kata Zelenskiy.

Kiev dan Moskow saling menyalahkan atas meningkatnya bentrokan di Donbass yang merupakan tempat pasukan Ukraina bertempur melawan pasukan yang didukung Rusia. Ukraina, sekutu Barat, dan NATO menuduh Rusia melakukan peningkatan pasukan provokatif di perbatasan timur Ukraina dan di Krimea. Rusia pada gilirannya menuduh Amerika Serikat (AS) dan NATO melakukan aktivitas provokatif di kawasan Laut Hitam.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile