Selasa 27 Apr 2021 19:19 WIB

10 Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Massal

Ikan mati massal akibat angin kencang.

Red: Dwi Murdaningsih
Warga memotret ikan yang mati di tepi Danau Maninjau, Nagari Bayur, Kabupaten Agam.ilustrasi
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Warga memotret ikan yang mati di tepi Danau Maninjau, Nagari Bayur, Kabupaten Agam.ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUKBASUNG -- Sekitar 10 ton ikan jenis nila dan majalaya di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ikan ini mati secara massal akibat angin kencang melanda daerah itu beberapa hari lalu.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Edi Netrial mengatakan 10 ton ikan itu jenis nila tujuh ton milik belasan petani dan tiga ton jenis majalaya milik beberapa orang. "Sepuluh ton ikan itu berasal dari puluhan keramba jaring apung milik petani di Galapuang dan Tanjungsani. Ini berdasarkan pendataan penyuluh perikanan dan kemungkinan jumlah ini akan bertambah," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan, ikan siap panen itu mati semenjak Jumat (23/4). Angin kencang melanda daerah itu. Akibatnya, terjadi upwelling atau pembalikan masa air, sehingga kadar oksigen di dasar danau berkurang.

Setelah itu, tambahnya ikan mengalami pusing, keluar ke permukaan air dan mati beberapa jam setelah itu."Saat ini bangkai ikan mengapung di permukaan danau. Petani mengalami kerugian sekitar Rp 202 juta, karena harga ikan majalaya Rp 23 ribu per kilogram dan ikan nila Rp 19 ribu per kilogram," katanya.

Ia mengakui, kematian ikan itu merupakan yang ketiga kalinya dengan jumlah 30 ton selama Januari sampai 27 April 2021. Sebelumnya, lima ton ikan milik petani di Galapuang mati secara mendadak pada Senin (5/4).

Pada Januari dan Februari 2021 sebanyak 15 ton ikan mati di Bayua dan Koto Malintang."Kematian ikan itu hampir terjadi setiap tahun pada awal, pertengahan dan akhir tahun," katanya

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”

(QS. Al-A'raf ayat 73)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement