Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

Filipina Lanjutkan Latihan Maritim di ZEE Laut China Selatan

Senin 03 May 2021 12:48 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Peta klaim Laut China Selatan

Peta klaim Laut China Selatan

Foto: wikipedia
Kehadiran kapal China di Laut China Selatan meningkatkan ketegangan dengan Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina akan melanjutkan latihan maritim di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut China Selatan. Biro penjaga pantai dan perikanan Filipina memulai latihan maritim bulan lalu, setelah meningkatnya kehadiran kapal-kapal China.

"Pelaksanaan patroli maritim di WPS (Laut Filipina Barat) dan Kelompok Pulau Kalayaan oleh Penjaga Pantai Filipina dan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan akan terus berlanjut. Pemerintah tidak akan goyah pada posisinya," ujar Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana.

Kehadiran ratusan kapal China di ZEE Filipina telah menghidupkan kembali ketegangan antarkedua negara. Lorenzana mengatakan, militer Filipina akan mempertahankan sesuatu yang menjadi haknya dan menjaga perdamaian di Laut China Selatan.

"Filipina bisa ramah dan kooperatif dengan negara lain tetapi tidak dengan mengorbankan kedaulatan dan hak kedaulatan kami," ujar Lorenzana.

China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan yang dilalui kapal perdagangan senilai sekitar 3 triliun dolar AS setiap tahun. Pada 2016 putusan pengadilan arbitrase di Den Haag menyatakan bahwa klaim Beijing tidak sesuai dengan hukum internasional.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan, kelompok tugas kapal induk Shandong China baru-baru ini melakukan latihan di Laut China Selatan. China telah berulang kali melakukan komplain terhadap kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang mendekati pulau-pulau yang didudukinya di Laut China Selatan.

Latihan itu digambarkan sebagai latihan rutin dan bagian dari rencana kerja tahunan angkatan laut China. Kapal induk Shandong mulai beroperasi pada 2019 dan merupakan yang terbaru dari dua operator China lainnya.

"Ini sepenuhnya legal dan dapat meningkatkan kemampuan negara untuk menegakkan kedaulatan dan keamanan nasional," kata juru bicara angkatan laut PLA Gao Xiucheng, dalam sebuah pernyataan.

Gao mengatakan, China berharap dunia menilao latihan tersebut dari sudut pandang yang obyektif dan rasional. Dia mengatakan angkatan laut Cina akan terus melakukan latihan seperti itu sesuai jadwal.

Angkatan Laut China mengatakan, latihan serupa akan dilakukan lebih teratur di tengah meningkatnya ketegangan dengan Taiwan. Cina mengklaim Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya.

Kelompok kapal induk AS telah berlayar di dekat pulau-pulau yang dikuasai Cina di perairan yang disengketakan beberapa kali tahun ini. Hal ini menuai kecaman dari China.

Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame