Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

President University Terapkan Blended Learning

Selasa 04 May 2021 17:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Satria K Yudha

President University bersiap menggelar kuliah tatap muka.

President University bersiap menggelar kuliah tatap muka.

Foto: dok President University
Mahasiswa bisa memilih mengikuti kuliah secara tatap muka ataupun daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 berlangsung, sejumlah universitas mulai berencana kembali menggelar kuliah tatap muka. President University menjadi salah satu kampus yang bersiap melaksanakan kuliah tatap muka. 

 

Rektor President University Jony Oktavian Haryanto mengatakan, ia telah mengeluarkan Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perkuliahan Offline Learning New Normal dan Online Learning. Di dalamnya mengatur tentang pemberlakuan sistem perkuliahan blended learning.

Ia menjelaskan, sistem ini mengizinkan mahasiswa untuk memilih mengikuti kuliah tatap muka atau daring atas persetujuan dari orang tua masing-masing. Peraturan ini diberlakukan setelah mempertimbangkan situasi terkini, yaitu hadirnya vaksin Covid-19 di Indonesia.

“Pada Mei ini PresUniv akan mulai menjalankan perkuliahan offline dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Kami juga menyiagakan dokter di gedung kampus,” kata Jony dalam siaran pers, Selasa (4/5). 

Ia menambahkan, President University juga tetap memberikan izin dan mengakomodasi mahasiswanya yang ingin melakukan perkuliahan daring atas persetujuan orang tua. Semua langkah ini ditempuh sebagai bentuk beradaptasi dengan cara-cara baru di era pandemi Covid-19. 

Pandemi Covid-19 memang telah membawa banyak perubahan terhadap kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali dari sektor pendidikan. Institusi pendidikan terpaksa mengubah metode belajar secara daring. 

Jony mengakui, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 telah berdampak besar bagi seluruh civitas akademika. "Sebagai universitas dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Indonesia, kami perlu memastikan seluruh mahasiswanya, baik asing maupun Indonesia, untuk terkoordinasi dan terkoneksi dengan baik," kata dia. Atas alasan itulah, kata dia, aktivitas kampusnya sejak awal 2020 dilakukan secara daring. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile