Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

Filipina Minta Nelayan Abaikan Larangan China di LCS

Rabu 05 May 2021 14:30 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Perahu nelayan Filipina (ilustrasi)

Perahu nelayan Filipina (ilustrasi)

Foto: dive.nl
Filipina mendorong kapal-kapal nelayannya untuk memancing di perairan negara itu

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Filipina telah menolak larangan penangkapan ikan pada musim panas tahunan yang diberlakukan oleh China di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan. Filipina mendorong kapal-kapal nelayannya untuk terus memancing di wilayah perairan negara itu.

Moratorium penangkapan ikan yang diberlakukan oleh China sejak 1999 berlangsung dari 1 Mei hingga 16 Agustus dan mencakup wilayah Laut China Selatan serta perairan lain di luar China. "Larangan penangkapan ikan ini tidak berlaku bagi para nelayan kami," kata satuan tugas Filipina untuk Laut China Selatan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (4/5) malam.

Satgas Filipina itu menentang pemberlakuan larangan China atas area-area di dalam wilayah dan yurisdiksi Filipina, dengan mengatakan "nelayan kami didorong untuk pergi keluar dan menangkap ikan di perairan kami di Laut Filipina Barat (West Philippine Sea/WPS)". Kedutaan Besar China di Manila belum menanggapi permintaan komentar.

Manila, yang menyebut wilayah itu sebagai Laut Filipina Barat, telah bertahun-tahun terlibat dalam perselisihan terhadap klaim kedaulatan Beijing atas Laut China Selatan. Pengadilan internasional pada 2016 membatalkan klaim China tetapi China telah menolak keputusan tersebut.

Ketegangan antara kedua negara baru-baru ini meningkat setelah Filipina menuduh China melakukan serangan teritorial dengan ratusan kapalnya di jalur air yang kaya sumber daya alam itu. Filipina telah mengajukan protes diplomatik terhadap China atas langkah yang disebutnya sebagai kehadiran "ilegal" kapal China, yang diyakini diawaki oleh milisi China.

Sementara para diplomat China mengatakan kapal-kapal itu hanya berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya. Satgas Laut China Selatan Filipina mengatakan mereka melihat tujuh "Milisi Maritim China" di beting Sabina di kepulauan Spratly yang disengketakan pada 27 April, dan menyebut kapal milisi China itu bubar setelah ditantang oleh penjaga pantai Filipina.

Lima kapal kembali dua hari kemudian tetapi pergi setelah penjaga pantai Filipina tiba, kata satgas itu. Beting Sabina berada sekitar 130 mil laut dari pulau Palawan di Filipina barat.

"Filipina tidak tergoyahkan untuk membela kepentingan nasional, warisan, dan martabat kami sebagai rakyat dengan semua yang kami miliki," kata satgas Filipina itu.

Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame