Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Desktop news detail topline

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_topline

Tiga Alasan Mengapa Umat Islam Harus Membela Palestina

Kamis 13 May 2021 05:53 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Kondisi Masjidil Aqsa pasca penyerangan polisi Israel jumat malam (7/5/2021).

Kondisi Masjidil Aqsa pasca penyerangan polisi Israel jumat malam (7/5/2021).

Foto: Anadolu Agency
Dukungan internasional Indonesia atas perjuangan bangsa Palestina tidak boleh kendor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, M. Fuad Nasar menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap penyerangan terhadap rakyat Palestina oleh tentara Israel. Menurut dia ada tiga alasan mengapa umat Islam harus membela Palestina dan Masjidil Aqsa.

Pertama, Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dalam melaksanakan ibadah salat sebelum pemindahan kiblat ke Masjid Haram di kota suci Mekkah berdasarkan wahyu Allah. "Kedua, Masjidil Aqsa merupakan masjid kedua yang dibangun pertama-tama di muka bumi. Dan terakhir, Masjidil Aqsa merupakan masjid suci ketiga umat Islam yang penting untuk dikunjungi setelah Masjidil Haram dan Nabawi," kata dia, Selasa (12/5).

Kemelut Palestina yang tidak menentu adalah masalah kemanusiaan universal. Hanya Allah yang tahu kapan berakhirnya penjajahan Israel atas tanah Palestina dan tempat-tempat suci mereka.

Tekad bangsa Palestina yang tak tergoyahkan dalam membela tanah airnya merupakan modal perjuangan mereka yang sangat berarti. Semua itu pasti akan berlalu karena tak ada kegelapan yang abadi. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan, kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Mari kita doakan bersama agar bangsa Palestina dapat melepaskan diri dari penjajahan zionis Israel yang telah merenggut korban jiwa dan harta benda tidak terkira serta hancurnya artefak peradaban. Mengutip ucapan Ketua MPR/DPR RI periode 1987-1992, M. Kharis Suhud bahwa kekuasaan di dunia betapa pun besarnya akan runtuh melawan doa orang banyak," tutupnya.

Ia pun mengajak umat Islam di Indonesia untuk memberi bantuan kemanusiaan sesuai jalur yang memungkinkan dan minimal mendoakan saudara Muslim di Palestina agar terbebas dari cengkeraman penjajahan zionis Israel.

"Sikap bangsa Indonesia dari awal tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina terhadap agresi Zionis Israel. Presiden pertama RI Soekarno tahun 1962 menyatakan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel," kata Fuad menegaskan.

Fuad meminta dukungan internasional atas perjuangan bangsa Palestina tidak boleh kendor, sejalan dengan prinsip-prinsip perdamaian internasional. Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dukungan Mufti Besar Palestina Muhammad Amin Al-Husaini atas kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sangatlah berarti, sebelum negara-negara lain memberi dukungan dan pengakuan.

Desktop news detail text

Edit
IDR 0
desktop_news_detail_text

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop news detail beita terkait

Edit
IDR 55.000.000
desktop_news_detail_beita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop news detail right 1

Edit
IDR 8.000.000
4500000
 
 

Desktop news detail right 2

Edit
IDR 7.500.000
4000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000

Desktop news detail right 4

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_right_4

Desktop news detail bottom Frame

Edit
IDR 9.500.000
5000000