Polsek Cikarang Pusat Lacak Warga yang Mudik

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas medis melakukan rapid test gratis kepada warga. ilustrasi
Petugas medis melakukan rapid test gratis kepada warga. ilustrasi | Foto: Prayogi/Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Polsek Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi melakukan sistem 'jemput bola' untuk melacak para pemudik yang kembali ke wilayahnya pasca Idul Fitri 1442 H. Kapolsek Cikarang Pusat AKP Zaini Abdillah Zainuri, mengatakan pihaknya menyiapkan mobil pemburu Covid-19 untuk melacak warga Cikarang Pusat yang pulang dari mudik.

Mobil itu nantinya digunakan untuk menerapkan sistem jemput bola terhadap warga khususnya yang kembali ke Cikarang Pusat tanpa membawa surat hasil negatif tes antigen.

"Agar mempercepat proses tracing dan testing, kami telah menyediakan Posko Tes Swab Gratis dan menerapkan sweeber mobile ke Perumahan  Cikarang Baru RW 08 , RW 09, RW 10 Desa Jaya Mukti. Hal ini agar yang reaktif Covid-19 lebih cepat terdeteksi," ujar AKP Zaini, Selasa (18/5) kemarin.

Menurutnya, penyediaan posko tes swab gratis dan sweeber mobile atau sistem jemput bola dilakukan sejak H+1 Idul Fitri 2021.

Beberapa Posko Tes Swab Gratis lainnya disediakan di Mapolsek Cikarang Pusat, Perum Cikarang Baru RW. 07 Jaya Mukti Cikarang Pusat, Desa Sukamahi, Desa Cicau dan Desa Hegarmukti di Kampung Tangguh Binaan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.

AKP Zaini mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Puskesmas Sukamahi, Babinsa, dan RT/RW untuk mendata warga Cikarang Pusat yang mudik.

"Hasil pelaksanaan test swab kemarin (Senin, 17 Mei 2021) diketahui sebanyak 88 warga diketahui hasilnya negatif," kata Zaini.

Namun hasil tes swab antigen di Posko PPKM RW 07, didapat satu orang yang reaktif. "Atas masukan Kepala Puskesmas Sukamahi, Dokter Rozana selaku Ketua Satgas Covid 19 Cikarang Pusat, agar yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di tempat yang telah ditentukan selama 14 hari," ucapnya.

Polsek Cikarang Pusat, lanjut AKP Zaini, juga membuat pos penyekatan sebelum lebaran di tiga tempat, yakni kampung Cilampayan Kalimalang, gerbang tol Deltamas dan di Kaligandu.

"Selain itu kita juga memasang stiker pemberitahuan kepada pemudik untuk wajib melakukan tes swab di depan rumah para pemudik dan menghimbau seluruh ketua RT dan ketua RW melalui camat dan kepala desa agar mengawasi masyarakatnya dan memberikan himbauan tentang keharusan test swab bagi warga yang pulang dari mudik," jelasnya.

Rencananya, posko swab antigen gratis, sweeber mobile dan penyekatan di jalur perbatasan akan diterapkan sampai dengan tanggal 27 Mei 2021, namun dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

"Mereka yang belum mempunyai swab antigen harus menjalani test, karena semua warga perlu sehat sehingga warga Indonesia dapat menjalankan aktivitas secara normal dan terhindar dari penularan virus Covid-19," harapnya.

Terkait


Larangan Mudik Lebaran, Pengunjung Mall Naik 30-40 Persen

Penerapan Protokol Kesehatan di Terminal Tirtonadi

Penumpang Arus Balik Stasiun Pasar Senen, Jakarta

Simalakama Tutup Buka Tempat Wisata

Pergerakan Pesawat Selama Larangan Mudik Turun 65 Persen

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark