Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kodam Udayana Bangun Pipa dan Pompa Air Bersih di NTT

Sabtu 22 May 2021 06:09 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjuntak.

Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjuntak.

Foto: Dok Kodam Udaya
Pangdam menargetkan, pemasangan pipa air di 22 kabupaten/kota kelar Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kodam IX/Udayana mencarikan solusi untuk mengatasi krisis air bersih yang selama ini terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, ratusan prajurit TNI AD disebar masuk ke desa-desa memasang ratusan kilometer pipa air dan pompa demi memudahkan warga dalam mendapatkan air bersih.

 

Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan pompa air adalah inisiatif pihaknya dalam rangka memberikan solusi untuk mengatasi krisis air bersih. Pasalnya, selama ini warga sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari.

"Sudah puluhan tahun mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Kalau pun ada harganya cukup mahal dan mereka tak bisa membeli," katanya di Kota Denpasar, Provinsi Bali, Sabtu (22/5).

Maruli mengaku, tergerak untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat NTT, karena berdasarkan data pada 2017 dan hingga saat ini, banyak warga desa harus menempuh jarak enam sampai 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, demi mendapatkan air bersih, mereka pun harus merogoh kocek Rp 2.500 demi bisa mendapatkan 20 liter air.

"Bahkan jika ada mobil tangki keliling kaum perempuan dan anak sekolah harus berebut karena mobil tangki tak dapat maksimal memenuhi permintaan warga," ujar eks Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) itu.

Akibat sulitnya mendapatkan air bersih itu juga, sambung Maruli, kesehatan masyarakat terus mengalami kendala. Karena sulitnya air warga pun menjadi jarang mandi, yang menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terkendala dan mengalami stunting alias gizi buruk.

"Jangankan untuk mandi, untuk minum air bersih pun mereka sulit. Makanya berbagai upaya kami lakukan untuk membantu warga," kata Maruli.

Dia pun bergerak menginstruksikan jajaran Kodam Udayana hadir membantu kesulitan warga. Pihaknya membangun pompa dan memasang pipa hingga ke pelosok pemukiman warga. "Kami pun bersyukur saat ini air bersih sudah dirasakan sebagian besar warga NTT yang sebelumnya kesulitan akan hal ini sejak puluhan tahun yang lalu," kata Maruli.

Dari pembangunan yang dilakukan jajarannya, kata Maruli, pada tahap pertama, pipa dan pompa air sudah di pasang di 13 kabupaten dan kota di NTT. Ke depannya, pemasangan jaringan pipa dan pompa terus dikejar agar 22 kabupaten/kota yang ada di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Bali, bisa dengan mudah mendapatkan air bersih.

Maruli menyebut, anggaran membuat pompa air berkisar Rp 17 juta di satu titik. Pompa ditempatkan di sebuah mata air, yang langsung dialirkan ke pipa hingga sampai ke rumah-rumah warga.Dana pembangunan itu pun juga berasal dari sumbangan para donatur. "Target kami Agustus (2021)

besok semua pembangunan pompa dan pipa, rampung dikerjakan oleh prajurit yang kini terus berjuang untuk masyarakat," terang Maruli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile