Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pelatih West Bandits Komentari Duel SM Vs PJ di Final IBL

Senin 31 May 2021 09:03 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Kapten Satria Muda Pertamina Arki Dikania Wisnu membawa bola dijaga oleh point guard West Bandits Solo, Widyanta Putra Teja, dalam semifinal IBL 2021.

Kapten Satria Muda Pertamina Arki Dikania Wisnu membawa bola dijaga oleh point guard West Bandits Solo, Widyanta Putra Teja, dalam semifinal IBL 2021.

Foto: IBL Indonesia
West Bandits adalah 'korban' kekuatan SM di semifinal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua tim yang akan berlaga di partai puncak IBL Pertamax 2021 kini sudah diketahui. Dua tim terbaik yang bakal bersaing berebut gelar juara musim ini adalah rival, sekota Pelita Jaya Bakrie Jakarta yang akan berhadapan dengan Satria Muda Pertamina Jakarta.

 

Laga final yang akan digelar pada 3, 4, dan 6 Juni (jika masih diperlukan) di Mahaka Arena Kelapa Gading, Jakarta, ini diperkirakan bakal berlangsung seru dan menarik. Kemenangan telak Satria Muda atas Pelita Jaya dalam babak reguler dinilai tidak bisa dijadikan acuan.

Pelatih Kepala West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto, ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (31/5), meyakini laga final akan berlangsung menarik dan sulit diprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya.

"Peluang kedua tim sama atau 50:50. Hasil di babak reguler tidak bisa dijadikan patokan. Atmosfer babak final pastinya akan berbeda dengan babak reguler," ujar Ebos sapaan akrab Raoul Miguel Hadinoto.

Ebos menambahkan, kedua tim memiliki pemain komplet yang kaya pengalaman. Satria Muda lebih unggul ukuran sehingga permainan inside atau main dalam akan lebih unggul. Sebaliknya, Pelita Jaya menang dalam kecepatan dan juga shooter-nya lebih banyak.

"Satria Muda akan lebih bermain set play. Pelita Jaya mengandalkan serangan cepat. Pastinya akan banyak adjusment atau penyesuaian tergantung keadaan di lapangan dari kedua pelatih nantinya," kata Ebos.

Mengenai terhentinya West Bandits dalam babak semifinal, Ebos mengakui lawannya, dalam hal ini Satria Muda, memang lebih baik. "Lawan lebih baik, mereka memang lebih siap. Sedangkan, kita banyak kendala saat persiapan. Tetapi, ini pencapaian luar biasa bagi West Bandits. Sebagai tim pendatang baru bisa lolos hingga babak semifinal. Kita akan lakukan evaluasi, terus berbenah untuk bisa lebih baik lagi," ujar Ebos.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile