Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

78 Produk Sunscreen Mengandung Bahan Kimia Pemicu Kanker

Selasa 01 Jun 2021 07:32 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Laboratorium di AS mendeteksi bahan kimia pemicu kanker dalam produk tabir surya.

Laboratorium di AS mendeteksi bahan kimia pemicu kanker dalam produk tabir surya.

Foto: Pixabay
Laboratorium di AS mendeteksi bahan kimia pemicu kanker dalam produk tabir surya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah laboratorium pengujian independen di Amerika Serikat (AS) mendeteksi bahan kimia benzena dalam 78 produk tabir surya. Mereka meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menarik kembali produk tersebut dari pasaran.

Laboratorium Valisure, yang memeriksa kualitas obat-obatan dan produk perawatan kesehatan itu melakukan uji hampir 300 produk tabir surya beberapa waktu lalu. Hasilnya, sebanyak 27 persen dari jumlah itu mengandung benzena. Sebanyak 14 produk (5 persen) mengandung benzena pada tingkat yang lebih tinggi dari dua bagian per juta (ppm), yang merupakan batas rekomendasi FDA untuk benzena dalam obat-obatan.

Baca Juga

“Kehadiran benzena dalam produk, banyak direkomendasikan untuk pencegahan kanker kulit, dan yang secara teratur digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak sangat mengganggu," kata pendiri dan CEO Valisure, David Light dilansir Live Science, Selasa (1/6).

Benzene adalah cairan tidak berwarna, atau kuning muda yang terbentuk secara alami, tetapi juga diproduksi oleh aktivitas manusia. Misalnya, emisi mobil dan pembakaran batu bara, serta minyak dapat melepaskan bensin ke udara. Bahan kimia tersebut juga digunakan dalam pembuatan beberapa plastik, karet, pewarna, deterjen, obat-obatan dan pestisida.

Paparan benzene dalam kadar tinggi menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker darah, termasuk leukemia. Administrasi Keselamatan & Kesehatan Kerja AS membatasi paparan di tempat kerja terhadap benzena di udara hingga 1 ppm pada hari rata-rata, dan maksimum 5 ppm selama periode 15 menit. Badan Perlindungan Lingkungan membatasi benzena dalam air minum hingga 0,005 ppm, atau 5 bagian per miliar (ppb), yang juga merupakan batasan untuk air kemasan.

FDA mengatakan benzena tidak boleh digunakan dalam pembuatan produk obat, kecuali dalam keadaan khusus, terutama jika penggunaannya tidak dapat dihindari, dan produk obat membuat kemajuan terapeutik yang signifikan. Dalam kasus ini, kadar benzena harus dibatasi hingga 2 ppm.

Pada awal pandemi Covid-19, ketika terjadi kekurangan cairan pembersih tangan, FDA sementara mengizinkan pembersih tangan mengandung hingga 2 ppm benzena. Namun pada Maret 2021, Valisure mengumumkan mereka telah mendeteksi adanya kandungan benzena di atas level itu di hampir puluhan produk pembersih tangan.

Mengingat temuan barunya tentang benzena dalam tabir surya, Valisure mengajukan petisi kepada FDA untuk menarik kembali 78 produk tersebut, dan melakukan penyelidikannya sendiri terhadap pembuatan produk-produk itu. Daftar lengkap produk tabir surya dengan benzena dapat ditemukan di petisi. Hampir semua dari 14 produk tabir surya dengan kadar benzena di atas 2 ppm merupakan produk semprot, tetapi bahan kimia tersebut juga muncul dalam losion dan gel sinar matahari.

Meskipun FDA mengatakan benzene tidak boleh digunakan dalam pembuatan obat, badan tersebut tidak menetapkan batasan khusus untuk obat-obatan seperti tabir surya (FDA mengatur tabir surya sebagai obat yang dijual bebas). Batas 2 ppm hanya berlaku untuk "keadaan khusus" yang diuraikan oleh agensi. Jadi, Valisure juga meminta FDA menetapkan batas kadar benzena dalam tabir surya dan produk obat lain dalam standar, dan menetapkan batas pemaparan dalam satu hari.

"Sangat penting bahwa badan pengatur mengatasi kontaminasi benzena dalam tabir surya, sehingga semua individu merasa aman menggunakan produk tabir surya," ujar seorang profesor dermatologi di Universitas Yale, dr Christopher Bunick.

Dalam pernyataan yang diberikan kepada Live Science, FDA mengatakan sedang meninjau petisi. Dalam pernyataannya, FDA menganggap serius setiap masalah keamanan yang diangkat tentang produk yang mereka atur, termasuk tabir surya. Sementara Valisure mengevaluasi petisi warga yang diajukan, FDA akan terus memantau pasar tabir surya dan upaya manufaktur membantu memastikan ketersediaan tabir surya yang aman bagi konsumen AS.

Dokter Bunick mengatakan, penemuan itu tidak berarti bahwa orang harus berhenti menggunakan tabir surya, yang dapat membantu mencegah kanker kulit. Banyak produk tabir surya yang diuji oleh Valisure tidak memiliki kontaminasi benzena, dan produk tersebut diduga aman dan harus terus digunakan, bersama dengan topi dan pakaian pelindung matahari yang sesuai.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile