Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

RNI Targetkan Produksi Gula Capai 282 Ribu Ton

Rabu 09 Jun 2021 15:34 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Petani menyiapkan bibit tebu (ilustrasi). RNI menjamin harga minimal offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kg.

Petani menyiapkan bibit tebu (ilustrasi). RNI menjamin harga minimal offtake gula petani tebu sebesar Rp 10.500 per kg.

Foto: Dedhez Anggara/ANTARA
Target itu meningkat hingga 22 persen dari target sebelumnya pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menargetkan produksi gulan tahun ini mencapai 282 ribu ton.

 

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan, RNI telah menyerap tebu petani rakyat untuk digiling sekitar 3,3 juta ton bahan baku tebu pada 2020. Jumlah petani tebu rakyat yang menjadi mitra RNI Group sekitar 4.000 petani. 

Baca Juga

Tahun ini RNI menargetkan produksi gula mencapai 282 ribu ton yang berada dari tebu petani rakyat maupun milik sendiri dengan kisaran rendemen berada di angka 8,1 persen. "Terdapat peningkatan hingga 22 persen dari target sebelumnya pada 2020 dengan produksi gula sebanyak 231 ribu ton," kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/6)

RNI melihat minat petani untuk menanam tebu terbilang masih tinggi dan cenderung meningkat. "Oleh karenanya kontribusi kami untuk pembenahan industri gula adalah dengan meningkatkan serapan tebu petani rakyat," ungkap Arief. 

Arief menyampaikan, RNI memiliki sejumlah strategi untuk penguatan lini bisnis gula. Di antaranya melalui kerjasama dengan mitra strategis untuk peningkatan kapasitas dan revitalisasi pabrik gula, perluasan areal perkebunan tebu, dan penerapan smart farming.

Selain itu, RNI juga melakukan penguatan pola kemitraan dengan petani, penguatan riset varietas tebu melalui pengembangan riset internal dan kerja sama dengan lembaga riset atau perguruan tinggi.

Arief menyampaikan dalam memantau penjualan harga lelang gula petani dan melakukan offtake, RNI siap bersinergi dengan BUMN PTPN III Holding dan beberapa Asosiasi dalam pelaksanaannya. Dengan harapan, RNI dapat memperkuat pembenahan industri gula nasional. 

"Menteri Perdagangan dan Menteri BUMN sangat mengapresiasi apa yang dilakukan RNI dan PTPN III Holding untuk inklusivitas dan menjaga harga di tingkat petani," kata Arief.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile