Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop internasional detail topline

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_topline

China Kecam Komunike G7 Soal Xinjiang, Taiwan, dan Hong Kong

Senin 14 Jun 2021 16:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Pemimpin G7 berpose untuk foto bersama menghadap pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St. Ives, Cornwall, Inggris, Jumat, 11 Juni 2021. Pemimpin dari kiri, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Pemimpin G7 berpose untuk foto bersama menghadap pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St. Ives, Cornwall, Inggris, Jumat, 11 Juni 2021. Pemimpin dari kiri, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Foto: AP Photo/Patrick Semansky, Pool
Kedubes China di London mengatakan sangat tidak puas dengan komunike G7

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – China mengecam komunike yang dirilis seusai KTT G7 di Cornwall, Inggris. Beijing menilai, disorotnya isu Xinjiang, Taiwan, dan Hong Kong dalam komunike sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negerinya.

Desktop internasional detail text

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_text

Kedutaan Besar (Kedubes) China di London mengatakan sangat tidak puas dengan komunike G7. Menurutnya, penyebutan isu Xinjiang, Taiwan, dan Hong Kong memutarbalikkan fakta dan mengungkap niat jahat beberapa negara, seperti Amerika Serikat (AS).

“Urusan internal China tidak boleh diintervensi, reputasi China tidak boleh difitnah, dan kepentingan China tidak boleh dilanggar,” kata Kedubes China dalam sebuah pernyataan pada Senin (14/6).

Baca Juga

Kedubes China mengungkapkan China akan dengan tegas membela kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasionalnya. Beijing juga bakal melawan semua jenis ketidakadilan dan pelanggaran yang dikenakan padanya.

“G7 harus berbuat lebih banyak yang kondusif untuk mempromosikan kerja sama internasional daripada menciptakan konfrontasi dan gesekan secara artifisial,” kata Kedubes China.

Dalam komunike yang dirilis pada Ahad (13/6) lalu, G7 menyinggung tentang situasi hak asasi manusia (HAM) di China. Kelompok beranggotakan AS, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Prancis, dan Jepang itu menyerukan Negeri Tirai Bambu menghormati HAM dan kebebasan, terutama di Xinjiang yang penduduknya mayoritas adalah Muslim Uighur.

G7 juga meminta China menghormati otonomi tingkat tinggi Hong Kong yang diabadikan dalam Deklarasi Bersama Cina-Inggris. Selain itu, G7 menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop internasional detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_internasional_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop internasional detail right 1

Edit
IDR 3.500.000
desktop_internasional_detail_right_1
 
 

Desktop internasional detail right 2

Edit
IDR 3.000.000
desktop_internasional_detail_right_2
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3
 

Desktop internasional detail right 3

Edit
IDR 2.500.000
desktop_internasional_detail_right_3

Desktop internasional detail right 4

Edit
IDR 2.000.000
desktop_internasional_detail_right_4

Desktop internasional detail bottom Frame

Edit
IDR 4.500.000
desktop_internasional_detail_bottom_Frame