REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan tidak ada masalah antara Turki dan Amerika Serikat (AS) yang tidak dapat diselesaikan. Hal ini ia sampaikan usai pertemuan pertamanya dengan Presiden AS Joe Biden. Tetapi ia tidak memberikan tanda-tanda kemajuan dalam kebuntuan hubungan kedua negara karena pembelian sistem pertahanan Rusia.
Dalam konferensi pers di sela pertemuan NATO di Brussels, Erdogan mengatakan pertemuan tersebut 'produktif dan tulus'. Ia juga menekankan ia sudah lama bersahabat dengan Biden.
Pertemuan itu digelar lima bulan sejak Biden dilantik pada bulan Januari lalu. Erdogan mengatakan dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak sepakat dibutuhkannya dialog yang lebih baik dengan nada yang lebih positif di masa yang akan datang dan kerja sama di berbagai hal seperti Suriah.
"Kami melihat adanya niatan kuat untuk memulai periode kerja sama efesien berdasarkan sikap saling menghormati di semua bidang," kata Erdogan, Senin (14/5) kemarin.
"Kami pikir tidak ada masalah hubungan AS-Turki yang tidak ada solusinya dan sebaliknya, bidang kerja sama kami lebih besar daripada masalah kami dan terlihat lebih kaya," tambahnya.