Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop khazanah detail topline

Edit
IDR 4.000.000
desktop_khazanah_detail_topline

Sholat Jumat di Masjid Jakarta Ditiadakan Hingga 5 Juli 2021

Rabu 23 Jun 2021 10:45 WIB

Rep: Eva Rianti / Red: Ani Nursalikah

Jamaah mendengarkan khutbah saat ibadah Sholat Jumat, di Kota Bandung, Jumat (15/1). Warga diimbau utk mengganti sholat Jumat dengan sholat Zhuhur di rumah masing-masing.

Jamaah mendengarkan khutbah saat ibadah Sholat Jumat, di Kota Bandung, Jumat (15/1). Warga diimbau utk mengganti sholat Jumat dengan sholat Zhuhur di rumah masing-masing.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
DKI Jakarta dinyatakan sebagai zona merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengeluarkan surat seruan tentang penyelenggaraan sholat rawatib dan Sholat Jumat pada masa pandemi Covid-19. Dalam surat tersebut, MUI dan DMI DKI Jakarta menyerukan untuk meniadakan penyelenggaraan Sholat Jumat di masjid.

Desktop khazanah detail text

Edit
IDR 0
desktop_khazanah_detail_text

Seruan itu ditandatangani oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar HS dan Ketua Pimpinan Wilayah DMI DKI Jakarta KH Ma’mun al Ayyubi pada 21 Juni 2021. Seruan tersebut bernomor B-170/DP-PXI/VI/2021 dan Nomor 2.117/SB/DMI-DKI/VI/2021.

“Dengan ini ditekankan kepada seluruh pengurus/jamaah masjid/mushala, ulama, dan khatib se-DKI Jakarta untuk mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Zhuhur di rumah masing-masing dan diimbau melaksanakan sholat rawatib di rumah masing-masing pula,” demikian tertulis dalam surat.

Baca Juga

Ketentuan tersebut berlaku mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 atau sampai maklumat selanjutnya dengan lima pertimbangan. Pertama, melihat perkembangan penyebaran kasus Covid-19 akhir-akhir ini mengalami lonjakan drastis dan sangat mengkhawatirkan sehingga DKI Jakarta dinyatakan sebagai zona merah.

“Kedua, perlu adanya tindakan pencegahan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penularan yang salah satunya melalui peniadaan berkumpulnya orang banyak,” ujarnya.

Ketiga, adzan dan iqamah tetap dilakukan setiap waktu sholat. Keempat, manfaat pengeras suara masjid dan mushala untuk mengingatkan warga akan bahaya Covid-19 dan menghindari untuk sementara waktu tidak melakukan perkumpulan atau pertemuan. Kelima, tetap menjaga kebersihan dan sterilisasi masjid.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan aturan kegiatan ibadah di rumah sepanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sejak 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Hal itu termaktub di dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 796 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro, mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

“Kegiatan peribadatan dilaksanakan di rumah,” bunyi salah satu aturan dalam beleid tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop khazanah detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_khazanah_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop khazanah detail right 1

Edit
IDR 5.500.000
desktop_khazanah_detail_right_1
 
 

Desktop khazanah detail right 2

Edit
IDR 5.000.000
desktop_khazanah_detail_right_2
 

Desktop khazanah detail right 3

Edit
IDR 4.500.000
desktop_khazanah_detail_right_3
 

Desktop khazanah detail right 3

Edit
IDR 4.500.000
desktop_khazanah_detail_right_3

Desktop khazanah detail right 4

Edit
IDR 4.000.000
desktop_khazanah_detail_right_4

Desktop khazanah detail bottom Frame

Edit
IDR 7.500.000
desktop_khazanah_detail_bottom_Frame