Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop ekonomi detail topline

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_topline

Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Tumbuh Positif Jadi Rp 459,6 T

Rabu 23 Jun 2021 12:48 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak mulai menunjukkan perbaikan. Adapun realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 459,6 triliun atau 37,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun. (ilustrasi)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak mulai menunjukkan perbaikan. Adapun realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 459,6 triliun atau 37,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Realisasi penerimaan pajak naik 3,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mencatatkan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 459,6 triliun per Mei 2021. Adapun realisasi ini naik 3,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 444,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerimaan pajak mulai menunjukkan perbaikan. Adapun realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 459,6 triliun atau 37,4 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun.

“Penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan sebesar 5,31 persen. Hal ini sejalan dengan PMI manufaktur Indonesia yang terus meningkat beberapa bulan terakhir. Artinya, fase pemulihan ekonomi juga tecermin pada penerimaan pajak sektoral sejalan dengan meningkatnya ekspektasi bisnis dan konsumen," ujarnya berdasarkan data APBN KiTA edisi Juni 2021, seperti dikutip Rabu (23/6).

Sri Mulyani memerinci penerimaan pajak dari industri perdagangan meningkat 5,02 persen. Kemudian, pajak dari sektor informasi dan komunikasi meningkat 1,31 persen.

"Pada Mei, perbaikan kinerja sektoral terutama didukung oleh pembayaran THR, pembayaran dividen, peningkatan impor, serta membaiknya permintaan dalam negeri," ucapnya.

Namun, ada beberapa sektor yang penerimaan pajaknya masih minus, salah satunya jasa keuangan dan asuransi yang minus sebesar 3,63 persen. Kemudian, penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan real estat minus lebih dari 10 persen, transportasi dan pergudangan minus 1,36 persen, pertambangan minus sembilan persen, dan jasa perusahaan minus 4,95 persen

"Secara, PPN dalam negeri pada seluruh sektor tumbuh positif baik dibandingkan Mei 2020 maupun April 2021, menandakan keberlanjutan pemulihan ekonomi dan konsumsi masyarakat," ucapnya.

Ke depan, pemerintah berupaya memaksimalkan penerimaan pajak, salah satunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 terkait pengelolaan royalti hak cipta lagu dan atau musik. Pada PP tersebut memuat kewajiban pembayaran royalti bagi setiap orang yang menggunakan lagu atau musik secara komersial dan ataupun pada layanan publik.

Desktop ekonomi detail text

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_text

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop ekonomi detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop ekonomi detail right 1

Edit
IDR 4.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_1
 
 

Desktop ekonomi detail right 2

Edit
IDR 4.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_2
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3

Desktop ekonomi detail right 4

Edit
IDR 3.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_4

Desktop ekonomi detail bottom Frame

Edit
IDR 6.500.000
desktop_ekonomi_detail_bottom_Frame