Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop khazanah detail topline

Edit
IDR 4.000.000
desktop_khazanah_detail_topline

Kiai Said: Indonesia Harus Menang dalam Perang Vaksin  

Rabu 23 Jun 2021 17:32 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Indonesia sukses produksi vaksin

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Indonesia sukses produksi vaksin

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Indonesia sukses produksi vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj, mengatakan, Indonesia saat ini sedang menghadapi beberapa perang besar yang harus dimenangkan. Di antaranya adalah perang kebudayaan pop, perang digital, serta perang makanan, air dan energi.

Desktop khazanah detail text

Edit
IDR 0
desktop_khazanah_detail_text

Namun, menurut Kiai Said, di tengah pandemi Covid-19 ini muncul perang baru yang disebut perang vaksin. “Dengan adanya Covid-19, ini ada perang baru ini, perang biologi, yaitu perang vaksin,” ujarnya saat sambutan dalam acara “Haul Emas KH Wahab Chasbullah Ke-50” yang diselenggarakan secara virtual dari Masjid Jami’ Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Selasa (22/6) malam.

Menurut Kiai Said, masyarakat Indonesia harus bisa memenangkan perang besar ini. Karena, menurut dia, negara yang mampu memproduksi vaksinlah yang akan menjadi pemenang dalam perang vaksin.

Baca Juga

“Negara yang mampu memproduksi vaksin akan menjadi pemenang dalam perang ini. Negara yang tidak mampu, hanya mengimpor, itulah negara yang kalah,” ucap Kiai Said.

Kiai Said mengatakan, saat ini sudah muncul varian baru virus corona yang lebih ganas lagi, yaitu varian Delta. Varian ini disebut memiliki kemampuan lebih menular dan memicu pasien yang terinfeksi mengalami gejala yang parah.

“Delta itu lebih ganas dan lebih cepat menular dan lebih ganas daripada Covid-19 yang semula,” kata Kiai Said.

Karena itu, menurut dia, saat ini dibutuhkan vaksin yang lebih canggih lagi. Sementara, Indonesia pada tahap yang pertama saja belum mampu memproduksi vaksin.  “Ini membutuhkan vaksin yang canggih lagi, lebih canggih lagi, lebih canggih lagi. Kita belum mampu membikin vaksin yang tahap pertama, penyakitnya atau pendeminya sudah meningkat ke level yang ketiga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, negara-negara yang menguasai perang vaksin saat ini adalah Amerika Serikat, Jerman, dan RRC-Tiongkok. Sedangkan Indonesia, kata dia, hanya menjadi penonton. “Kita ini hanya penonton. Bisanya cuma importir, itu pun entah uangnya dapat utang atau dapat dari mana gak tahu saya. Dapat motong-motong anggaran barangkali,” ujar kiai asal Cirebon ini.

“Jadi, sekarang sedang ada perang biologi, di mana penguasa industri kesehatan, vaksin misalkan, menjadi panglima yang dapat menguasai dan memengaruhi kebijakan suatu negara. Kita akan didikte negara yang memproduksi vaksin,” kata Kiai Said menjelaskan.

Namun, Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah tetap berdoa agar Indonesia selamat dari bahaya perang tersebut.  “Mudah-mudahann, kita berdoa, tidak separah atau tidak sebahaya yang kita bayangkan. Tapi jelas, kita akan didikte oleh negara yang punya vaksin. Jelas itu. Sejauh mana pengaruhnya? Itu kita lihat nanti,” kata Kiai Said.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop khazanah detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_khazanah_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop khazanah detail right 1

Edit
IDR 5.500.000
desktop_khazanah_detail_right_1
 
 

Desktop khazanah detail right 2

Edit
IDR 5.000.000
desktop_khazanah_detail_right_2
 

Desktop khazanah detail right 3

Edit
IDR 4.500.000
desktop_khazanah_detail_right_3
 

Desktop khazanah detail right 3

Edit
IDR 4.500.000
desktop_khazanah_detail_right_3

Desktop khazanah detail right 4

Edit
IDR 4.000.000
desktop_khazanah_detail_right_4

Desktop khazanah detail bottom Frame

Edit
IDR 7.500.000
desktop_khazanah_detail_bottom_Frame