Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop news detail topline

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_topline

'Penambahan Masa Jabatan Bertentangan dengan Akal Sehat' 

Kamis 24 Jun 2021 07:40 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Infografis Jabatan Presiden 3 Periode

Infografis Jabatan Presiden 3 Periode

Foto: republika/kurnia
Pergantian presiden adalah agenda ketatanegaraan yang telah diatur dalam konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menanggapi soal isu darurat covid-19 jadi alasan menambah masa jabatan presiden. Menurutnya, wacana tersebut bertentangan dengan akal sehat.

Desktop news detail text

Edit
IDR 0
desktop_news_detail_text

"Pandemi Covid-19 masih terus melanda bahkan terus mengalami trend kenaikan hingga kini telah lebih dari 2 juta orang yang terpapar. Ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menambah masa jabatan presiden," kata Kamhar, Rabu (23/6).

Dia menuturkan, argumentasi menambah masa jabatan presiden dengan alasan covid-19, tidak nyambung. Sebab, menurutnya, pergantian presiden adalah agenda ketatanegaraan yang telah diatur dalam konstitusi. Sementara penanganan Covid-19 merupakan terkait kinerja pemerintah. 

"Ini hal yang berbeda, jangan dicampur aduk. Apalagi terus terjadi lonjakan dan tak terkendali. Tak berprestasi tapi minta dispensasi, ini aneh dan bertentangan dengan akal sehat," ucapnya.

Menurutnya, jika dasar pemikirannya bahwa Pemilu akan berakibat pada terjadinya lonjakan kasus, hal tersebut juga dinilai sangat tidak berdasar. Sebab  pilkada 2020 lalu pelaksanaan Pemilu di tengah masa pandemi Covid-19.

"Tidak ada masalah dan tidak terjadi kluster-kluster baru Covid-19 akibat Pilkada. Jadi sangat tidak berdasar dan mengada-ada dengan menjadikan alasan Covid-19 untuk penambahan periodesasi atau perpanjangan waktu masa jabatan presiden," tuturnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop news detail beita terkait

Edit
IDR 55.000.000
desktop_news_detail_beita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop news detail right 1

Edit
IDR 8.000.000
4500000
 
 

Desktop news detail right 2

Edit
IDR 7.500.000
4000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000

Desktop news detail right 4

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_right_4

Desktop news detail bottom Frame

Edit
IDR 9.500.000
5000000