Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop news detail topline

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_topline

Ato' Ismail: Pengadaan Alutsista Rp 1.700 Triliun tak Tepat

Kamis 24 Jun 2021 10:06 WIB

Red: Agus Yulianto

Rencana Anggaran untuk Alutsista Indonesia

Rencana Anggaran untuk Alutsista Indonesia

Foto: Infografis Republika.co.id
Saat ini, negara butuhkan biaya besar untuk memulihkan keadaan ekonomi dan kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Eksponen Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pro Jokowi-Amin, Ato' Ismail menyatakan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar Rp 1.700 triliun tidak tepat di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, saat ini, negara membutuhkan biaya besar untuk memulihkan keadaan ekonomi dan kesehatan akibat corona.

Desktop news detail text

Edit
IDR 0
desktop_news_detail_text

"Pengadaan alutsista sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara," kata Ato' Kamis (24/6).

Menurut dia, utang Indonesia sudah mencapai 41 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara penanganan Covid-19 perlu dana besar, agar pemulihan ekonomi dan kesehatan berjalan lancar.

Menurutnya, Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata) yang dianut Indonesia lebih kuat. "Ini lebih efektif dan efisien daripada alutsista yang mahal," ujar Pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) ini pula.

Dalam Undang-Undang No 34 Tahun 2004, Hankamrata adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta. Sistem itu melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah. Hankamrata diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, berkesinambungan dan berkelanjutan. "Untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan NKRI, dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman," ujar Ato'.

Namun, Ato' tetap mengapresiasi program Kementerian Pertahanan, yaitu lumbung pangan sebagai cadangan logistik strategis pertahanan negara. Kemandirian sandang, pangan dan papan merupakan bentuk lain pertahanan negara selain alutsista.

"Maka dana yang besar itu sebaiknya digunakan untuk hal-hal seperti itu dibanding pengadaan alutsista," kata Ato' pula.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop news detail beita terkait

Edit
IDR 55.000.000
desktop_news_detail_beita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop news detail right 1

Edit
IDR 8.000.000
4500000
 
 

Desktop news detail right 2

Edit
IDR 7.500.000
4000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000
 

Desktop news detail right 3

Edit
IDR 7.000.000
35000000

Desktop news detail right 4

Edit
IDR 7.000.000
desktop_news_detail_right_4

Desktop news detail bottom Frame

Edit
IDR 9.500.000
5000000