Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Malaysia Catat 468 Kasus Bunuh Diri Sepanjang 2021

Kamis 01 Jul 2021 10:59 WIB

Red: Nora Azizah

468 kasus bunuh diri di Malaysia terjaid sepanjang Januari hingga Mei 2021.

468 kasus bunuh diri di Malaysia terjaid sepanjang Januari hingga Mei 2021.

Foto: Max Pixel
468 kasus bunuh diri di Malaysia terjaid sepanjang Januari hingga Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menyampaikan, Malaysia mencatatkan sebanyak 468 kasus bunuh diri pada Januari hingga Mei 2021. Kasus bunuh diri terjadi selama kebijakan pembatasan pergerakan atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

"Rata-rata kasus bunuh diri dua orang setiap hari dilaporkan pada tempo 2019 hingga Mei 2021 berdasarkan statistik terkini yang dikeluarkan PDRM," ujar Direktur Departemen Investigasi Kriminal Polisi Diraja Malaysia, Abd Jalil Hassan di Kuala Lumpur, Kamis (1/7).

Baca Juga

Dia mengatakan, pada 2019 terdapat sebanyak 609 kasus diikuti sebanyak 631 kasus pada 2020. "Pada tempo 2019 hingga Mei 2021 terdapat sebanyak 1,427 wanita dan 281 laki-laki dilaporkan bunuh diri," katanya.

Sebanyak 872 orang yang bunuh diri berumur 15 hingga 18 tahun manakala korban berusia 19 hingga 40 tahun sebanyak 668 orang. Dalam perkembangan tersebut Negara Bagian Johor mencatatkan kasus bunuh diri yang tertinggi pada 2019 dan 2020 yaitu sebanyak 101 kasus.

Sedangkan pada tahun ini pula Selangor mencatatkan kasus tertinggi yaitu sebanyak 117 kasus. Dia mengatakan, tiga penyebab utama yang menyebabkan bunuh diri adalah korban menghadapi masalah keluarga, tekanan batin dan keuangan.

Sedangkan berdasarkan cara bunuh diri yang kerap terjadi berdasarkan statistik PDRM adalah gantung diri sebanyak 75.1 persen, terjun dari bangunan (13.6 persen) dan minum racun (5.7 persen). Pihaknya meminta semua pihak ikut memainkan peran penting untuk membendung masalah ini.

"Mereka yang mengalami masalah keuangan, kesehatan, tekanan batin, kemurungan, keluarga dan sebagainya haruslah diberi bantuan serta dukungan keluarga serta rekan terdekat," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile