Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

PKB Minta Pendukung Menahan Diri Sikapi Hasil Pilkada Yalimo

Kamis 08 Jul 2021 13:05 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Anggota DPR RI Daniel Johan.

Anggota DPR RI Daniel Johan.

Foto: Foto: Republika/Fauziah Mursid
Imbas kerusuhan yang terjadi Yalimo menyebabkan, ribuan warga mengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menanggapi terkait memanasnya situasi yang terjadi di Yalimo, Papua pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Erdi Dabi sebagai calon bupati Kabupaten Yalimo. Daniel meminta seluruh pihak untuk menahan diri.

"Semua pihak penting untuk menahan diri dan sama-sama menjaga kondisi agar kembali tenang," kata Daniel kepada Republika, Kamis (8/7).

Imbas kerusuhan yang terjadi Yalimo menyebabkan, ribuan warga mengungsi. Sejumlah perkantoran dan kios rusak dibakar akibat kerusuhan tersebut.

"Kekacauan situasi akan merugikan semua pihak khususnya masyarakat langsung," ujarnya.

Imbauan serupa sebelumnya juga disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. Mathius mengaku, sudah meminta kubu Erdi Dabi-Jhon Wilil dan Lakius Peyon-Nahum Mabel tidak mengulangi aksi pembakaran seperti yang terjadi pada pekan lalu.

Kapolda Papua juga menyatakan, permintaan maafnya atas kerusuhan yang berujung pembakaran sejumlah gedung pemerintahan tersebut. "Saya selaku Kapolda Papua mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih dan masyarakat Yalimo meminta maaf kepada seluruh pengungsi atas insiden ini," ujar Kapolda Papua Fakhiri dalam keterangan yang diterima Republika, Rabu (7/7). 

 
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler