Sebanyak 171 RT di Depok Masih Berstatus Zona Merah

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andri Saubani

Seorang petugas keamanan berjaga dengan latar belakang spanduk pemberitahuan lokasi zona merah COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021). Satgas Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas di daerah aglomerasi saat PPKM Darurat untuk mencegah penyebaran COVID-19 di mana kasus positif di indonesia meningkat sebesar 34,6 persen dari minggu sebelumnya.
Seorang petugas keamanan berjaga dengan latar belakang spanduk pemberitahuan lokasi zona merah COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021). Satgas Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas di daerah aglomerasi saat PPKM Darurat untuk mencegah penyebaran COVID-19 di mana kasus positif di indonesia meningkat sebesar 34,6 persen dari minggu sebelumnya. | Foto: ANTARA/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok melaporkan kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) terkait zona merah per wilayah RT. Berdasarkan data, saat ini terdapat 171 RT dari 5.291 RT di Kota Depok masuk ke dalam zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan Covid-19.

"Berdasarkan data, kecamatan tertinggi dengan jumlah RT zona merah ada di Kecamatan Beji sebanyak 35 RT. Selanjutnya disusul Kecamatan Limo dan Kecamatan Cimanggis dengan masing-masing 25 RT," ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (13/7).

Baca Juga

Menurut Dadang, penyebaran Covid-19 di Kota Depok masih terus tak terkendali. Terjadi penambahan korban meninggal dunia cukup banyak yakni sebanyak 24 orang.

"Korban meninggal dunia bertambah 24 orang. Total korban meninggal dunia menjadi 1.295  orang," terangnya.

Untuk kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 terjadi penambahan sebanyak 657 kasus. Total sudah mencapai 71.669 kasus. Peningkatan juga terjadi pada kasus konfirmasi aktif yakni sebanyak 13.227 kasus.

"Lalu, untuk kasus suspek aktif sebanyak 333 kasus serta kasus kontak erat aktif bertambah sebanyak 4.260 kasus," ungkap Dadang.

"Adapun, pasien yang sembuh setiap harinya juga terus bertambah, terjadi penambahan yakni sebanyak 718 orang sembuh. Total pasien sembuh menjadi 57.097 orang atau mencapai 79,67 persen," pungkas Dadang.

Terkait


Dukung Penutupan Pintu Tol di Jateng, Ganjar: Bukan Lockdown

Permintaan Peti Mati di Tulungagung Meningkat

MUI Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Dukung PPKM Darurat

Polisi Buru Pemasang Spanduk Provokasi tak Percaya Covid-19

Wamenag: Gelorakan Ziswaf Bantu Warga Terdampak Pandemi

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark