Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dr Faheem Younus: Pakai Hati dan Otak Saat Edukasi Covid-19

Ahad 18 Jul 2021 05:05 WIB

Red: Nora Azizah

Pakar penyakit menular dari University of Maryland, Amerika Serikat Dr. Faheem Younus mengatakan tips untuk mengedukasi orang-orang terdekat tentang COVID-19 adalah dengan menggunakan hati dan otak.

Pakar penyakit menular dari University of Maryland, Amerika Serikat Dr. Faheem Younus mengatakan tips untuk mengedukasi orang-orang terdekat tentang COVID-19 adalah dengan menggunakan hati dan otak.

Foto: Pixabay
Faheem meminta jangan putus asa mengedukasi soal Covid-19 pada orang terdekat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar penyakit menular dari University of Maryland, Amerika Serikat Dr. Faheem Younus mengatakan tips untuk mengedukasi orang-orang terdekat tentang COVID-19 adalah dengan menggunakan hati dan otak. "Cara kita mengedukasi orang-orang yang kita sayangi, orang-orang terdekat kita adalah dengan hati tentunya dan dengan otak, jadi kombinasi keduanya," ujar Faheem dalam diskusi yang digelar secara daring, Sabtu (17/7) malam.

 

"Dengan hati gunakan kekuatan cinta. Semua orang memiliki bahasa cinta masing-masing, dan dengan otak tunjukkan data," sambung dia.

Baca Juga

Menurut Faheem, menyajikan data-data saat mengedukasi orang terdekat tentang COVID-19 juga merupakan hal penting. Dia menyarankan untuk menggunakan data yang jelas dan efektif agar mudah dipahami.

"Yang penting lagi jangan putus asa, jangan menyerah untuk terus-menerus meyakinkan teman-teman atau keluarga tercinta kita, dan yakinkan juga pada mereka bahwa ini isu yang kolektif sehingga membutuhkan tindakan aksi yang kolektif juga, bukan per individu," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta masyarakat fokus melakukan hal-hal yang mendukung percepatan penanganan COVID-19, seperti menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.

"Percayalah akan ada kemudahan sesudah kesusahan. Tidak perlu kita depresi atau pesimistis, karena pastinya akan ada kemudahan sesudah adanya kesusahan," ujar dia.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile