Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Ilmuwan Temukan Komet Terbesar, Lebarnya 200 Kilometer

Selasa 27 Jul 2021 11:13 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

Komet (ilustrasi)

Komet (ilustrasi)

Foto: NASA/Komet C/2007 Q3
Komet akan melakukan pendekatan terdekatnya dengan matahari pada tahun 2031.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para astronom telah menemukan komet terbesar yang diketahui. Besarnya sekitar seribu kali lebih besar daripada yang lain.

Komet tersebut bernama Bernardinelli-Bernstein. Komet yang tidak biasa ini akan melakukan pendekatan terdekatnya dengan matahari pada tahun 2031.

Dilansir dari CNN, Selasa (27/7), komet tersebut dinamakan Bernardinelli-Bernstein. Nama itu diamil dari sang penemu, mahasiswa pascasarjana jurusan fisika dan astronomi Universitas Pennsylvania Pedro Bernardinelli dan Profesor Gary Bernstein. Komet tersebut memiliki lebar antara 62 hingga 124 mil (100 hingga 200 kilometer).  Mereka menemukan komet tersebut pada bulan Juni.

Baca Juga

"Komet yang tidak biasa ini akan melakukan pendekatan terdekatnya dengan matahari kami pada tahun 2031 tetapi Anda mungkin memerlukan teleskop amatir yang besar untuk melihatnya," kata Astronomi Universitas Pennsylvania Pedro Bernardinelli.

Ia menjelaskan komet raksasa, juga dikenal sebagai C/2014 UN271, berasal dari pinggiran tata surya dan telah menuju matahari selama jutaan tahun. Komet ini juga merupakan komet paling jauh dalam perjalanannya. 

Komet Bernardinelli-Bernstein ditemukan dalam enam tahun data yang dikumpulkan oleh Dark Energy Camera, yang terletak di Teleskop 4 meter Víctor M. Blanco di Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chili. Data yang dikumpulkan oleh kamera ini dimasukkan ke dalam The Dark Energy Survey, sebuah kolaborasi lebih dari 400 ilmuwan di tujuh negara dan 25 institusi.

"Kami memiliki hak istimewa untuk menemukan mungkin komet terbesar yang pernah dilihat atau setidaknya lebih besar dari yang dipelajari dengan baik dan menangkapnya cukup awal bagi orang-orang untuk melihatnya berevolusi saat mendekat dan memanas," kata dia.

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA