Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Viral Load Delta Seribu Kali Lebih Tinggi dari Virus Asli

Selasa 27 Jul 2021 12:49 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang warga melintas di kawasan pertokoan Jalan Gatot Subroto yang sepi dari aktifitas dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/7/2021). Berdasarkan hasil uji whole genome sequencing (WGS) dari 16 sampel yang dikirimkan Kota Solo ke Laboratorium di Jawa Tengah semuanya menunjukan strain berkode B.1.617.2 atau varian delta, hal ini diperkirakan menjadi penyebab melonjaknya angka kasus Covid-19 di Kota Solo.

Seorang warga melintas di kawasan pertokoan Jalan Gatot Subroto yang sepi dari aktifitas dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/7/2021). Berdasarkan hasil uji whole genome sequencing (WGS) dari 16 sampel yang dikirimkan Kota Solo ke Laboratorium di Jawa Tengah semuanya menunjukan strain berkode B.1.617.2 atau varian delta, hal ini diperkirakan menjadi penyebab melonjaknya angka kasus Covid-19 di Kota Solo.

Foto: ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
Varian delta ini menyebabkan virus bisa lebih mudah menyebar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para peneliti China yang melacak wabah Covid-19 di China baru-baru ini menemukan, orang yang terinfeksi varian delta, membawa virus 1.260 kali lebih banyak di hidung mereka dibandingkan varian awal. Varian delta ini menyebabkan virus bisa lebih mudah menyebar.

Viral load yang lebih tinggi berarti virus menyebar jauh lebih mudah dari orang ke orang, meningkatkan infeksi dan rawat inap. Temuan ini dilaporkan makalah yang pertama kali diposting di medRxiv awal Juli dan diperbarui pada hari Jumat akhir pekan lalu. Temuan ini belum mendapat tinjauan dari sejawat.

"Varian delta mengungguli semua virus lain karena menyebar jauh lebih efisien," kata Shane Crotty dari La Jolla Institute for Immunology di San Diego, yang tidak terlibat dalam penelitian di China. 

Baca Juga

Di Amerika Serikat, delta menyumbang sekitar 83 persen dari infeksi baru. Orang yang tidak divaksinasi mencapai hampir 97 persen dari kasus yang parah. Untuk mengantisipasi penyebaran varian delta, Amerika Serikat akan tetap menerapkan pembatasan perjalanan, baik keluar maupun masuk negara tersebut, untuk sementara.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA