×

Satu dari Lima Anak Indonesia Kurang Minum

Rep: Farah Noersativa / Redaktur: Qommarria Rostanti

Selasa , 27 Jul 2021, 22:52 WIB
Anak meminum air. Ilustrasi Anak meminum air. Ilustrasi
Anak-anak membutuhkan minimal tujuh gelas air minum setiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang memiliki anak-anak. Selain harus berperan sebagai guru penuh waktu di rumah, orang tua juga harus memperhatikan kecenderungan kurang gerak pada anak karena di rumah saja. 

Dokter anak, konsultan tumbuh kembang, dan pakar hidrasi, Dr dr Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), M.P.H. mengatakan, selain ada kecenderungan kurang aktif bergerak, riset juga menemukan satu dari lima anak Indonesia masih kurang minum. "Padahal, kebiasaan minum yang baik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak tetapi juga membantu anak menjadi lebih cermat, tanggap, dan memiliki performa yang baik," ujar dokter Bernie, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (27/7).

Dia menyebut, anak membutuhkan dukungan orang tua agar mereka tetap aktif, terhidrasi, dan fokus. Oleh karenanya, orang tua perlu memperhatikan kebutuhan air berkualitas dan nutrisi seimbang anak untuk terpenuhi, serta kebiasaan hidup untuk aktif ditingkatkan. Hal ini, kata dia, akan mendukung kualitas kesehatannya hingga dewasa nanti. 

Dokter Bernie mengatakan, mengajak anak cukup minum juga dapat disiasati dengan cara yang menyenangkan. Menurut dia, anak-anak membutuhkan minimal tujuh gelas air minum setiap hari.

Proporsi kandungan air dalam tubuh anak lebih tinggi dari orang dewasa, namun mekanisme haus anak belum berkembang dengan baik, sehingga membutuhkan dukungan yang optimal. 

"Kita bisa membuat pengingat menarik untuk anak-anak seperti gambar lucu, mewarnai water tracker setiap beberapa jam sekali, memberikan botol minum yang menarik dan lain sebagainya," kata Bernie. 

Kebiasaan minum juga penting untuk diperhatikan karena anak-anak saat ini sering menggemari minuman manis. Peningkatan konsumsi minuman manis pada anak-anak tidak hanya mempengaruhi kesehatan mereka di masa kanak-kanak, tetapi juga merupakan indikator kondisi kesehatan yang kuat pada masa dewasa.

Anak dengan kebiasaan minum yang baik sejak dini cenderung akan membawa kebiasaan ini hingga mereka dewasa, sehingga bermanfaat untuk menjaga kualitas kesehatan di masa depan. Seperti yang diketahui, sedentary lifestyle ini berkaitan dengan prevalensi obesitas pada anak, serta meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes.

Dikhawatirkan, kebiasaan minum yang kurang baik dapat memperburuk dampak dari sedentary lifestyle di masa pandemi seperti sekarang ini. Beruntungnya, situasi dan dampak negatif tersebut dapat diminimalkan dengan bimbingan dari keluarga. Maka, orang tua perlu berupaya menjadi semakin kreatif untuk menstimulasi anak tetap bergerak aktif selama pandemi.

Mengingat risiko di balik gaya hidup kurang gerak serta pentingnya pemenuhan hidrasi pada anak, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun ini, AQUA kembali hadir sebagai mitra orang tua dalam mendorong kebiasaan minum yang sehat pada anak. "Kami ingin mengajak orang tua melindungi kesehatan anak dengan membangun kebiasaan gerak aktif, disertai dengan asupan hidrasi sehat dari air minum berkualitas," ujar Brand Director Danone-AQUA, Intan Ayu Kartika.

 
 
Play Podcast X