Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

 

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menkes: Saya Bukti Pemerintah Sukses Tangani Hepatitis

Rabu 28 Jul 2021 11:52 WIB

Red: Indira Rezkisari

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Foto: Republika/Abdan Syakura
Menkes pernah terpapar hepatitis dan jalani perawatan saat kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengemukakan inisiatif pemerintah dalam menangani hepatitis dipandang berhasil. Pernyataannya berdasarkan pengalamannya menyandang status sebagai pasien saat usia anak.

 

"Pada teman-teman yang bergerak di bidang kesehatan yang menangani hepatitis ini, saya adalah salah satu bukti bahwa inisiatif pemerintah menangani hepatitis setidaknya berhasil," kata Budi Gunadi Sadikin saat hadir secara virtual dalam acara puncak Hari Hepatitis Sedunia Ke-12 Tahun 2021 yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu (28/7).

Baca Juga

Dalam sambutannya, Budi mengenang saat terkonfirmasi positif hepatitis saat masih berusia di bawah 10 tahun. "Saya adalah penderita hepatitis pada saat saya kecil, jadi saya waktu itu tidak mengerti hepatitis ini seperti apa," katanya.

Menurut Budi, selama dinyatakan sakit, Budi dirawat oleh sang Ibu serta bimbingan dari dokter maupun program pemerintah. "Ibu saya sempat merawat, sempat khawatir, sampai sekarang saya baru menyadari bahwa hepatitis itu seperti ini," katanya.

Budi memahami penanganan yang terlambat bagi pasien hepatitis bisa berdampak menjadi kronis, bahkan bisa menjadi sirosis dan kanker hati yang sangat fatal. "Jangan sampai kita menunda penanganan hepatitis ini," katanya.

Budi menambahkan Kementerian Kesehatan akan lebih banyak memperhatikan sektor hulu melalui kegiatan promotif dan preventif dalam penanggulangan hepatitis. "Ini adalah cara yang efisien, cara yang lebih murah juga cara yang lebih menyejahterakan dan lebih mengenakan bagi para pasien atau rakyat Indonesia agar kalau bisa jangan sampai mereka terkena penyakit ini," katanya.

Kalaupun terkena, kata Budi, upaya penanganannya pun bisa lebih cepat sehingga bisa mengurangi keparahan penyakit dan bisa membuat yang bersangkutan tetap bisa hidup secara produktif ke depan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile