Sabtu 31 Jul 2021 05:05 WIB

Penggambaran Sosok Dajjal dan Ciri-cirinya

Dajjal adalah seorang Yahudi.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Penggambaran Sosok Dajjal dan Ciri-cirinya. Hari Kiamat (Ilustrasi)
Penggambaran Sosok Dajjal dan Ciri-cirinya. Hari Kiamat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang hari kiamat akan bermunculan tanda-tanda yang Allah telah isyaratkan melalui Alquran dan hadits Rasulullah. Salah satu tandanya adalah munculnya dajjal. Sebenarnya, apa itu dajjal?

Banyak hadits yang membahas perihal dajjal. Misal, Rasulullah bersabda, “Tidak akan bangkit kiamat sebelum datang sekitar 30 orang pembohong yakni dajjal-dajjal, semua mengaku sebagai Rasul Allah,” (HR At-Tirmidzi dan Annasai melalui Abu Hurairah).

Baca Juga

Dijelaskan dalam buku Mistik, Seks, dan Ibadah oleh Prof. M. Quraish Shihab, dajjal yang terbesar adalah yang akan datang menjelang hari kiamat. Ahli hadits Ibnu Hajar dalam bukunya Fath Albary, berdasarkan riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi Abu Said Alkhudry, menyebutkan sekian banyak sifat dan keadaan dajjal. 

Dajjal adalah seorang Yahudi, tidak memiliki anak, dan tidak dapat masuk ke Makkah dan Madinah. Dia buta dan mata sebelah kirinya berkilau bagaikan bintang. 

Dia akan bangkit dari timur. Ada riwayat yang menyatakan dajjal bangkit dari Khurasan dan ada lagi dari Asfahan, yaitu daerah Iran saat ini.

photo
Tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi. - (republika)

 

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah ayat 217)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement