Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anies Kunjungi Harimau di Ragunan yang Sempat Terpapar Covid

Ahad 01 Aug 2021 03:13 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pengunjung mengamati Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta beberapa waktu lalu. Dua ekor Harimau Sumatra penghuni Taman Margasatwa Ragunan didiagnosis positif Covid-19 pada 15 Juli 2021.

Pengunjung mengamati Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta beberapa waktu lalu. Dua ekor Harimau Sumatra penghuni Taman Margasatwa Ragunan didiagnosis positif Covid-19 pada 15 Juli 2021.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Dua ekor Harimau Sumatra di Ragunan didiagnosis positif Covid-19 pada 15 Juli lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan diri mengunjungi dua 'pasien' di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Jakarta Selatan, yang sempat terpapar Covid-19. Keduanya adalah Hari dan Tino, dua ekor Harimau Sumatra, yang didiagnosis positif Covid-19 pada 15 Juli lalu.

 

"Kemarin, sesudah berkeliling ke enam lokasi vaksinasi di Jakarta, menyempatkan diri mampir ke Ragunan untuk menengok pasien Covid-19 yang cukup unik ini," tulis Anies dalam akun Instagram miliknya yang dikutip di Jakarta, Ahad (1/8).

Anies menjelaskan sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid-19, yaitu flu, lemas, dan sesak napas.Tim TMR langsung bertindak cepat, memanggil petugas swab paling berani sedunia untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino dan mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor.

Hasil tes PCR pun menunjukkan Hari dan Tino positif Covid-19, sehingga keduanya harus diisolasi di kandang dengan pasokan makanan dan obat yang tercukupi selama proses penyembuhan. Menurut Anies, kasus satwa terkena Covid-19, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. 

Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Tentu perawatan satwa terkena Covid-19 ini tidak sama dengan manusia."Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan," kelakar Anies dalam tulisannya.

Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Namun karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4, TMR belum bisa dibuka untuk publik."Jadi Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya," tambah Anies.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile