Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Filipina Perpanjang Larangan Perjalanan, Termasuk Indonesia

Jumat 13 Aug 2021 09:13 WIB

Red: Nur Aini

 Penumpang asing yang mengenakan pakaian pelindung memeriksa barang-barang mereka saat mereka bersiap untuk penerbangan mereka ke China di Bandara Internasional Manila, Filipina, ilustrasi

Penumpang asing yang mengenakan pakaian pelindung memeriksa barang-barang mereka saat mereka bersiap untuk penerbangan mereka ke China di Bandara Internasional Manila, Filipina, ilustrasi

Foto: AP/Aaron Favila
Filipina melarang perjalanan dari 10 negara

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina akan memperpanjang larangan bagi para pelancong dari India dan sembilan negara lainnya, termasuk Indonesia, hingga akhir Agustus karena kekhawatiran yang ditimbulkan varian Covid-19 Delta, yang penularannya tinggi.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyetujui rekomendasi gugus tugas Covid-19 untuk memperpanjang pembatasan perjalanan dari 16-31 Agustus 2021, menurut keterangan Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque. Larangan perjalanan yang diberlakukan pada 27 April 2021 diperpanjang beberapa kali dan telah diperluas untuk mencakup Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Uni Emirat Arab, Oman, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Baca Juga

Otoritas Filipina berupaya untuk menahan lonjakan kasus Covid-19 yang mencapai level tertinggi dalam empat bulan dengan infeksi yang terus berada di atas 12.000 kasus dua hari berturut-turut hingga Kamis (12/8). Rumah sakit di beberapa wilayah pun kapasitasnya nyaris penuh. Wilayah Ibu Kota Manila, yaitu kawasan luas yang terdiri dari 16 kota dan berpenduduk 13 juta orang, tetap berada dalam penguncian yang ketat untuk menahan laju penyebaran varian Delta.

Sementara itu, pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi.Karena baru 11 persen dari jumlah total 110 juta penduduk yang telah divaksin lengkap, jutaan warga masih berada dalam kondisi rentan terkena Covid-19. Pandemi tersebut telah menyebabkan kematian terhadap 29.500 jiwa di negara Asia Tenggara itu. Seiring dengan lonjakan kasus, banyak rumah sakit di wilayah ibu kota yang telah melaporkan bahwa unit perawatan intensif (ICU), tempat tidur isolasi, dan bangsal mendekati kapasitas penuh.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile