Selasa 17 Aug 2021 18:55 WIB

PTPN Masuk Ritel, Pasarkan Produk Minyak Goreng dan Gula

Produk minyak goreng dan gula akan melengkapi produk yang sudah ada di Holding PTPN.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Logo Holding BUM Perkebunan, PTPN Group. PTPN mendorong bisnis hilir dengan memproduksi minyak goreng dan gula yang dipasarkan di pasar ritel.
Foto: PTPN Group
Logo Holding BUM Perkebunan, PTPN Group. PTPN mendorong bisnis hilir dengan memproduksi minyak goreng dan gula yang dipasarkan di pasar ritel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mulai merambah bisnis ritel dengan memasarkan produk minyak goreng dan gula pasir untuk konsumen rumah tangga. PTPN menilai perlu mengembangkan bisnis ke sisi hilir untuk mendorong peningkatan nilai tambah sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Direktur Utama PTPN, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan, produk ritel tersebut diluncurkan dengan nama brand Nusakita. Sejauh ini, produk yang sudah mulai diproduksi yakni minyak goreng dengan kapasitas 1.500 ton per bulan. Pada akhir Agustus ini, perseroan menargetkan produksi naik menjadi 3.700 ton per bulan.

Baca Juga

"Target ambisius kami, pada 2024, bisa mengisi enam persen pasar nasional minyak goreng, sekitar 240-250 ribu ton per tahun untuk ritel. Sudah saatnya PTPN serius memasuki industri hilir," kata Ghani dalam konferensi pers, Selasa (17/8).

Adapun untuk gula pasir, Ghani mengatakan, perseroan menargetkan pada 2024 mendatang setidaknya PTPN bisa memiliki pangsa pasar sekitar 10 persen atau 350 ribu ton per tahun. Selain minyak dan gula, Nusakita juga bakal merilis produk kopi dan teh sesuai komoditas yang dibudidayakan oleh perseroan.