Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Surya Paloh: Demokrasi Bukan Tujuan

Senin 23 Aug 2021 04:20 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Saat ini, demokrasi justru menimbulkan kepincangan karena masyarakat mengelu-elukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, berbagai pihak mengkhawatirkan indeks demokrasi Indonesia yang semakin menurun. Padahal, menurutnya, demokrasi saat ini tak sesuai dengan nilai pluralisme bangsa yang justru menguatkan politik identitas dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Menurutnya, demokrasi adalah alat untuk mengantarkan Indonesia mencapai tujuannya. Bukan menjadi tujuan utama agar Indonesia dipandang negara lain sebagai bangsa yang memiliki indeks demokrasi yang tinggi.

"Bagi saya dan bagi Nasdem, demokrasi bukanlah tujuan, tidak ada urusan dengan demokrasi. Sebagai suatu yang dikatakan tujuan bagi kehidupan kita, demokrasi adalah suatu alat, tools, equipment, satu sistem yang kita sepakati untuk menghantarkan tujuan kita," ujar Surya dalam pidato kebangsaan perayaan 50 tahun Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Senin (23/8).

Demokrasi, kata Surya, dapat diubah, diatur dan menempatkannya secara lebih baik dalam implementasinya. Pemerintah dalam hal ini dapat melakukan supervisi agar demokrasi tak lebih banyak menghasilkan mudharat.

"Bahwasannya demokrasi yang ada seperti ini, apabila tidak disupervisi secara baik oleh para katakanlah elite bangsa ini yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang leboh kokoh, jauh lebih kuat, jauh lebih memahami, bahwasanya arti kebebasan tidak hanya berhenti untuk membuat kebebasan," ujar Surya.

Baca juga : Ceramah Gus Baha Sentil Sukarno, Mega, dan PDIP Trending

Saat ini, demokrasi justru menimbulkan kepincangan karena masyarakat yang mengelu-elukannya selalu menagih haknya, tetap lupa dengan kewajibannya. Hal tersebut kemudian menimbulkan demokrasi liberal yang memiliki implikasi langsung kepada kehidupan berbangsa.

Kebebasan, tegas Surya, bukanlah merupakan sesuatu yang ablosut. Dalam pelaksanaannya, perlu tanggung jawab dan edukasi agar demokrasi menjadi alat yang dapat mengantarkan Indonesia mencapai tujuan yang dicita-citakan.

"Negeri ini masih memerlukan satu proses pengedeukasian, proses pendidikan agar bangun kesadaran masyarakat kita bisa bangkit. Hingga timbulnya, paling tidak at least semakin mendekati keseimbangan antara hak-hak yang mereka miliki dengan kewajiban kewajiban mereka sertakan," ujar Surya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile