Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ulama Punya Peran Penting dalam Penanganan Pandemi

Kamis 26 Aug 2021 16:20 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19.

Ilustrasi Al-Quran dan Berdzikir COVID-19.

Foto: Thoudy Badai/Republika
Ulama Punya Peran Penting dalam Penanganan Pandemi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, para ulama dan kyai memiliki peran penting untuk mengedukasi masyarakat tentang upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam membantu penanganan Covid-19. Menurut dia, peran ulama dan kyai penting karena dapat mengedukasi masyarakat lewat kearifan lokal.

 

"Para ulama, kyai dan unsur Forkopimda memiliki peran penting untuk mengedukasi masyarakat melalui pendekatan atau kearifan lokal untuk mengajak masyarakat mematuhi disiplin protokol kesehatan, berobat, melaksanakan isoter serta melakukan vaksin," ungkap Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8).

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI saat meninjau serbuan vaksinasi dan diskusi dengan Forkopimda dan para kyai dan ulama bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/8). Menurut Hadi, kyai menjadi teladan bagi para santri dan umat dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap para tokoh agama tersebut senantiasa mendukung upaya pemerintah dan setiap elemen guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Hadi.

Panglima TNI dan Kapolri juga menyampaikan apresiasinya kepada para santri Pesantren Tebuireng yang sangat antusias melaksanakan vaksinasi. Sebanyak 4.500 orang menjadi target vaksinasi di Pesantren Tebuireng, yang terdiri dari para santriwan dan santriwati, pengasuh, dan pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Cukir-Diwek-Jombang.

"Kesadaran mematuhi prokes, harus dibangun dari dalam diri sendiri, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dengan melapor dan berobat ketika memiliki gejala, maka pandemi dapat dikendalikan," kata Panglima TNI.

Panglima TNI beserta rombongan juga melaksanakan video confrence dengan Seluruh Kodim yang melaksanakan vaksinasi di pondok pesantren tiap-tiap wilayah. "Ingat, walaupun sudah di vaksin, tetap harus memakai masker, karena memakai masker berarti kita peduli dengan diri sendiri dan juga menjaga orang lain di sekitar kita," ungkap Panglima TNI.

Pada hari yang sama, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau serbuan vaksinasi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, DIY. Adapun target vaksinasi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta sebanyak 1.500 orang yang terdiri dari para mahasiswa dan warga sekitar kampus Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sedangkan jumlah Vaksinator terdiri dari 11 Tim sebanyak 55 orang, berasal dari TNI, Polri, dan nakes internal.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI langsung menyapa para mahasiswa dan masyarakat yang sedang melaksanakan vaksinasi maupun yang sedang menunggu. "Terima kasih Bapak dan Ibu telah melaksanakan vaksinasi, ayo ajak teman-teman dan saudara untuk melaksanakan vaksin,” kata dia.

Kemudian Panglima TNI menyampaikan bahwa setelah divaksin tetap harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan, guna menghentikan laju kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Ingat, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus sudah menjadi kebutuhan mendasar. Bangun kesadaran bagi diri sendiri dan juga ingatkan kepada lingkungan sekitar,” tegas Panglima TNI.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile