Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

4 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penculik di Nigeria Bebaskan Ratusan Siswa

Sabtu 28 Aug 2021 07:07 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

 Pasukan keamanan menjaga Sekolah Menengah Pertama Gadis Pemerintah di mana lebih dari 300 gadis diculik oleh pria bersenjata pada hari Jumat, di kota Jangebe, negara bagian Zamfara, Nigeria utara Minggu, 28 Februari 2021. Keluarga di Nigeria menunggu dengan cemas pada hari Minggu untuk berita penculikan mereka anak perempuan, yang terbaru dari serangkaian penculikan massal siswa sekolah di negara Afrika Barat.

Pasukan keamanan menjaga Sekolah Menengah Pertama Gadis Pemerintah di mana lebih dari 300 gadis diculik oleh pria bersenjata pada hari Jumat, di kota Jangebe, negara bagian Zamfara, Nigeria utara Minggu, 28 Februari 2021. Keluarga di Nigeria menunggu dengan cemas pada hari Minggu untuk berita penculikan mereka anak perempuan, yang terbaru dari serangkaian penculikan massal siswa sekolah di negara Afrika Barat.

Foto: AP/Ibrahim Mansur
Gelombang pembebasan terjadi setelah lebih dari 1.000 siswa diculik sejak Desember

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA - Pihak berwenang di Nigeria utara mengumumkan bahwa penculik akan membebaskan para siswa dalam 24 jam, Jumat (27/8) malam waktu setempat. Pembebasan ini memicu spekulasi bahwa uang tebusan besar telah dibayarkan kepada penculik bersenjata yang dipersalahkan atas serentetan penculikan belakangan.

Di antara mereka yang bebas adalah beberapa anak usia muda yang pernah disandera di Nigeria. Sekurangnya mereka terdiri dari 90 murid yang telah menghabiskan tiga bulan di penangkaran. Beberapa jam setelah anak-anak itu dibawa ke ibu kota negara bagian Niger, polisi di negara bagian Zamfara mengatakan 15 siswa lagi juga telah dibebaskan.

Baca Juga

"Pada Jumat malam pembebasan sandera ketiga di negara bagian Kaduna terjadi sbanyak 32 siswa yang diculik dari sekolah menengah Baptis pada awal Juli," ujar Pendeta Joseph Hayab, ketua cabang negara bagian Kaduna dari Asosiasi Kristen Nigeria.

Gelombang pembebasan terjadi setelah lebih dari 1.000 siswa diculik sejak Desember. Sementara penculikan sekolah sebelumnya telah disalahkan pada ekstremis Islam di timur laut. Untuk penculikan terbaru, pihak berwenang hanya mengatakan bandit berada di balik penculikan terbaru untuk tebusan.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile