Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

8 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Peternak Diminta Waspadai Penularan Zoonosis

Rabu 15 Sep 2021 15:03 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Peternak diminta mewaspadai penularan zoonosis (ilustrasi).

Peternak diminta mewaspadai penularan zoonosis (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Zoonosis bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau cacing, dari hewan ke manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan para peternak agar waspada terhadap penularan zoonosis karena penyebaran penyakit itu berasal dari hewan ke manusia. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Ilena Palupi, mengatakan pada umumnya, zoonosis bisa disebabkan adanya virus, bakteri, cacing, atau protozoa (hewan bersel satu) pada hewan tertentu.

Zoonosis merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia. "Adapun, penularan penyakit tersebut biasanya karena manusia berkontak secara langsung dengan hewan yang sedang terpapar suatu penyakit atau mengonsumsi bahan pangan asal hewan tersebut," kata dia di Pekalongan, Rabu (15/9).

Menurut dia, terdapat satu jenis penyakit zoonosis yang kini belum bebas yaitu brucellosis pada sapi yang dikhawatirkan menular kepada manusia melalui produk susu yang terkontaminasi yang berasal dari hewan yang telah terinfeksi bakteri "Brucella". "Oleh karena, kami akan terus mengupayakan edukasi kepada para peternak dan mengoptimalkan SDM dari petugas medik veteriner maupun paramedik yang ada untuk bekerja sama dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis," kata Ilena.

Dia berharap bagi peternak yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan terutama pada masalah kegawatdaruratan penyakit zoonosis agar melakukan langkah apa yang tepat untuk mencegah penyakit itu. Pihaknya rutin melakukan uji sampel darah sapi ke Balai Veteriner Semarang atau Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.

"Hasil uji sampel itu menjadi bahan evaluasi apabila ada ternak yang terjangkit penyakit tersebut bisa dikendalikan yaitu dengan melakukan karantina ternak tersebut," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile