Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

8 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Masalah Pengungsi Afghanistan Buat Khawatir Eropa dan Barat

Senin 20 Sep 2021 10:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Anak-anak berfoto saat bermain di kamp pengungsi di Kabul, Afghanistan, Senin, 13 September 2021.

Anak-anak berfoto saat bermain di kamp pengungsi di Kabul, Afghanistan, Senin, 13 September 2021.

Foto: AP/Felipe Dana
AS, Eropa, dan negara Barat lain diminta bertanggungjawab atas pengungsi Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID,ROMA -- Profesor sejarah di Sapienza University, Fabio L. Grassi, mengatakan kemungkinan masuknya pengungsi karena situasi di Afghanistan adalah masalah yang melewati perbatasan Turki dan menyangkut Eropa serta Barat. Dia memprediksi akan ada arus pengungsi massal karena situasi di Afghanistan.

"Ini adalah masalah yang melampaui perbatasan Turki dan sangat mengkhawatirkan Eropa dan Barat. Sekali lagi, Turki memiliki peran dan tugas yang sangat sensitif dalam geografinya," kata Grassi dikutip dari Anadolu Agency.

Baca Juga

Grassi mengatakan Eropa harus mengambil lebih banyak tanggung jawab pada saat ini. "Hasil dari pendudukan ini jelas, ada kegagalan besar, bencana besar. Untuk ini, tentu AS, Eropa, dan Barat harus bertanggung jawab," katanya.

Sedangkan, profesor sejarah di Ordu University Turki, Sadullah Gulten, mengatakan bahwa orang-orang melihat Turki cukup kuat untuk merangkul para semua imigran. Dia mendesak sejarawan dan sosiolog untuk lebih fokus pada masalah migrasi.

Turki telah menjadi titik transit utama bagi migran gelap yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai kehidupan baru, terutama mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan. Negara itu telah menampung 4 juta pengungsi, lebih banyak dari negara mana pun di dunia, dan mengambil langkah-langkah keamanan baru di perbatasannya untuk mencegah arus masuk baru. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile