Saturday, 28 Safar 1444 / 24 September 2022

Saturday, 28 Safar 1444 / 24 September 2022

 

28 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dialog Iran dan Arab Saudi Capai Kemajuan

Jumat 24 Sep 2021 00:42 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Dalam foto yang diambil dari video ini, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, Raja Arab Saudi, berbicara dari jarak jauh pada sesi ke-76 Majelis Umum PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, Rabu, 22 September 2021, di markas besar PBB.

Dalam foto yang diambil dari video ini, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, Raja Arab Saudi, berbicara dari jarak jauh pada sesi ke-76 Majelis Umum PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, Rabu, 22 September 2021, di markas besar PBB.

Foto: AP/JUSTIN LANE/UN Web TV
Raja Salman ingin hubungan dengan Iran didasarkan kepatuhan prinsip internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan negaranya dan Arab Saudi berhasil mencapai kemajuan serius dalam pembicaraan mengenai keamanan Teluk. Kedua negara masih akan melanjutkan dialog guna menengahi perbedaan.

 

“Kami telah melakukan beberapa putaran pembicaraan dengan pemerintah Arab Saudi di (ibu kota Irak) Baghdad selama beberapa bulan terakhir. Ada pembicaraan yang baik tentang isu-isu bilateral. Kemajuan serius telah dibuat dalam masalah keamanan di Teluk,” kata Khatibzadeh pada Kamis (23/9), dilaporkan kantor berita Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, Iran yakin solusi untuk menyelesaikan masalah di kawasan Teluk atau Timur Tengah (Timteng) dapat dicapai lewat mekanisme komprehensif dari dalam kawasan itu sendiri. Teheran diketahui telah lama menentang campur tangan asing di Timteng.

Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB ke-76, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menyinggung tentang pembicaraan yang dijalin negaranya dengan Iran. “Iran adalah negara tetangga. Kami berharap pembicaraan awal kami dengannya akan mengarah pada hasil nyata guna membangun kepercayaan, membuka jalan untuk mencapai aspirasi rakyat kami dalam membangun hubungan kerja sama,” ucapnya, dikutip laman Al Arabiya.

Kendati demikian, Raja Salman menekankan, setiap hubungan dengan Iran harus didasarkan pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dan resolusi legitimasi internasional. Kedaulatan harus dihormati dan intervensi dalam urusan internal masing-masing pihak mesti dihindari.

Baca juga : Apa Tugas Malaikat Jibril Setelah Nabi Muhammad Wafat?

Menurut Raja Salman, Iran pun harus menyetop dukungannya pada kelompok teroris atau milisi sektarian di kawasan. Sebab, keberadaan mereka hanya membawa perang dan kehancuran.

Arab Saudi dan Iran memulai pembicaraan pada April lalu. Kedua negara berupaya mengatasi ketegangan di antara mereka. Presiden Irak mengatakan Baghdad menjadi tuan rumah pembicaraan itu..

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile