Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penyidik Kembali Gelar Perkara Kebakaran Lapas Tangerang

Jumat 24 Sep 2021 13:56 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

 Penyidik Kembali Gelar Perkara Kebakaran Lapas Tangerang. Foto: Petugas membawa peti berisi jenazah korban kebakaran lapas kelas 1 Tangerang untuk diserahkan kepada keluarga di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Penyidik Kembali Gelar Perkara Kebakaran Lapas Tangerang. Foto: Petugas membawa peti berisi jenazah korban kebakaran lapas kelas 1 Tangerang untuk diserahkan kepada keluarga di RS Polri, Kramat Jati, di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Foto: Antara/Galih Pradipta
Gelar perkara kebakaran Lapas Tangerang digelar penyidik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali menggelar perkara kasus kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang. Gelar perkara dilakukan untuk menetapkan tersangka baru.

 

"Nanti malam kita gelar perkaranya untuk bisa menentukan apakah ada tersangka lain ya, karena hasil dari laboratorium forensik (labfor) pun sudah bisa masuk," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (24/9).

Baca Juga

Sebelum gelar perkara, kata Yusri, penyidik Ditreskrimum memeriksa lima saksi. Tiga dari lima saksi yang diperiksa adalah petugas Lapas yang telah ditetapkan sebagai tersangka, RU, S, dan Y. Kemudian dua lainnya adalah saksi ahli pidana dan kebakaran. Maka kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka pasca ekspose tersebut.

"(Gelar perkara) untuk menentukan Pasal 187 dan 188 KUHP," ungkap Yusri.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan petugas Lapas RU, S, dan Ytersangka atas kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9) lalu. Penetapan tersangka dilakukan usai penyidik menemukan adanya tindak pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Pagi tadi, penyidik sudah melakukan gelar perkara. Jadi ada tiga orang tersangka disini menyangkut Pasal 359 KUHP," ucap Yusri.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 359 KUHP. Beleid itu menyatakan barang siapa karena kesalahannya (kealpaan) menyebabkan orang lain mati. Dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile