Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Pengganti Azis dan Pengaruh Kasusnya Terhadap DPR dan Golkar

Senin 27 Sep 2021 05:47 WIB

Red: Andri Saubani

KPK resmi menahan Azis Syamsuddin setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

KPK resmi menahan Azis Syamsuddin setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Golkar akan mengumumkan pengganti Azis Syamsuddin di DPR pada Selasa besok.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nawir Arsyad Akbar, Febrianto Adi Saputro, Ali Mansur, Antara

Setelah upaya penjemputan paksa dan penetapan status tersangka terhadap Azis Syamsuddin oleh KPK, saat ini, Golkar tengah menimbang siapa yang akan menggantikan posisinya di jabatan wakil ketua DPR. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Paulus disebut sebagai salah satu nama yang paling berpotensi mengisi kursi tersebut.

Baca Juga

"Pak Sekjen adalah bagian dari pada yang memang menjadi perhatian tentu di Pak Ketua Umum. Karena memiliki kira-kira banyak kelebihan," ujar Supriansa di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/9).

Salah satu pertimbangannya adalah sosok Lodewijk yang dinilai dapat diterima semua pihak di Partai Golkar. Meski ia menegaskan, nama tersebut belum pasti menggantikan Azis sebagai Wakil Ketua DPR.

"Itu adalah bagian saya rasa Pak Sekjen posisi seperti itu. Dan yang lain juga tokoh-tokoh Golkar yang lain juga saya kira sama, memiliki posisi yang bisa diterima oleh semua pihak," ujar Supriansa.

Supriansa menjelaskan, pemilihan nama pengganti Azis merupakan hak prerogatif Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Adapun nama tersebut akan segera diserahkan ke pimpinan DPR paling lambat pada Selasa (27/9).

"Doakan InsyaAllah kalau rampung hari ini sore ini rampung. Maka saya rasa Partai Golkar tidak akan berlama-lama kekosongan posisi Pak Azis," ujar Supriansa.

Ia juga menilai, kosongnya posisi wakil ketua DPR disebutnya tak membuat kader lain bermanuver untuk memperebutkan jabatan tersebut.

"Saya tidak melihat, saya belum pernah menyaksikan beberapa manuver yang dilakukan oleh kawan-kawan. Karena di Partai Golkar tersentralisasi, persoalan ini kita serahkan sepenuhnya kepada ketua umum," ujar Supriansa.

Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR Adies Kadir mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sudah mengantongi nama wakil ketua DPR pengganti Azis Syamsuddin. Rencananya, nama tersebut akan diumumkan pada Selasa (28/9) sore.

"Terkait nama pengganti, tidak ada yang tahu, karena hak prerogratif ketua umum. Rencananya, Selasa sore diumumkan," ujar Adies saat dikonfirmasi, Ahad (26/9).

Adies menjelaskan, Airlangga sudah memiliki pertimbangan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. "Harus mempunyai prestasi, dedikadi, loyalitas, dan tidak tercela," ujar Adies.

Pada hari ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan terkait pelaksana tugas (Plt) pengganti Azis Syamsuddin. Meski begitu, DPR disebutnya belum menerima surat dari Partai Golkar terkait nama yang akan menggantikannya.

"Sampai dengan hari ini kita belum ada surat masuk dan biarkanlah itu berproses sesuai dengan mekanisme yang ada di Partai Golkar. Kita yang di DPR tinggal menunggu," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/9).

DPR berpatokan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3). Sehingga nama pengganti Azis harus menunggu surat dari Partai Golkar.

"Semuanya diserahkan sepenuhnya kepada partai asal, yaitu Partai Golkar. Nanti melalui fraksi akan mengusulkan kepada pimpjnan DPR mengenai penggantinya dan kemudian akan diproses melalui rapim bamus dan paripurna," ujar Dasco.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile