Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Parlemen Islandia akan Diisi Lebih Banyak Wanita Tahun Ini

Senin 27 Sep 2021 08:21 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

Pemandangan di Islandia.

Pemandangan di Islandia.

Foto: EPA
Penghitungan pada Ahad (26/9), ada 33 perempuan terpilih sebagai anggota parlemen

REPUBLIKA.CO.ID, REYKJAVIK — Parlemen Islandia akan diisi dengan banyak laki-laki berdasarkan penghitungan ulang suara yang dilakukan pada Ahad (26/9). Sebelumnya, mayoritas parlemen diyakini akan diisi lebih banyak perempuan, dengan 30 perempuan yang dilaporkan terpilih pada Sabtu (25/9). Jumlah ini meningkat dibandingkan hanya 24 dalam pemilihan sebelumnya.

 

Hingga pada penghitungan ulang pada Ahad (26/9) malam, ada 33 perempuan terpilih sebagai anggota parlemen Islandia. Terdapat total 63 kursi di parlemen. Namun, Komisi Pemilihan Nasional belum mempublikasikan hasil pemilihan secara resmi.

Baca Juga

Di Eropa, Swedia dan Finlandia masing-masing memiliki 47 persen dan 46 persen keterwakilan perempuan di parlemen. Sementara secara global hanya tiga negara, yaitu Rwanda, Kuba dan Nikaragua, yang memiliki lebih banyak perempuan daripada laki-laki di parlemen, sementara Meksiko dan Uni Emirat Arab memiliki perbandingan 50:50.

Islandia menduduki peringkat negara paling setara gender di dunia selama 12 tahun berturut-turut berdasarkan laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang dirilis pada Maret. Jajak pendapat memperkirakan koalisi pemerintahan akan gagal mencapai mayoritas. Akan tetapi lonjakan dukungan untuk Partai Progresif, yang memenangkan lima kursi lebih banyak dibandingkan pemilihan 2017, mendorong jumlah total koalisi menjadi 37 kursi.

Anggota pemerintahan saat ini, yang terdiri dari Partai Kemerdekaan dan Partai Progresif mengatakan sebelum pemilihan akan merundingkan kerja sama lanjutan jika mereka memegang mayoritas parlemen. Partai Left-Green Movement yang mengusung Perdana Menteri Katrin Jakobsdottir saat ini mendapatkan delapan kursi, turun dibandingkan pemilihan 2017.

sumber : India Today
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile