Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

1 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tidak Tepat PeduliLindungi Jadi Alat Pembayaran Digital

Senin 27 Sep 2021 17:24 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Indira Rezkisari

Petugas melayani warga yang mengalami kendala saat melakukan pemindaian kode batang sertifikat vaksin COVID-19 melalui aplikasi PeduliLindungi di swalayan Tiara Dewata, Denpasar, Bali, Sabtu (25/9/2021). Swalayan yang sudah menerapkan SOP PeduliLindungi sejak Selasa (14/9/2021) tersebut menyediakan pelayanan membantu mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk mengedukasi masyarakat karena hampir 75 persen konsumen mengalami kendala dan tidak paham cara mengakses aplikasi itu.

Petugas melayani warga yang mengalami kendala saat melakukan pemindaian kode batang sertifikat vaksin COVID-19 melalui aplikasi PeduliLindungi di swalayan Tiara Dewata, Denpasar, Bali, Sabtu (25/9/2021). Swalayan yang sudah menerapkan SOP PeduliLindungi sejak Selasa (14/9/2021) tersebut menyediakan pelayanan membantu mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk mengedukasi masyarakat karena hampir 75 persen konsumen mengalami kendala dan tidak paham cara mengakses aplikasi itu.

Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Aplikasi PeduliLindungi masih banyak kekurangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi XI DPR RI, Netty Prasetiyani, menanggapi soal wacana aplikasi PeduliLindungi menjadi alat pembayaran digital. Menurutnya wacana  tersebut dinilai tidak tepat di tengah banyaknya keluhan masyarakat terhadap aplikasi tersebut.

"Sebagai sebuah instrumen yang digunakan dalam penanganan pandemi, aplikasi PeduliLindungi ini masih banyak kekurangan," kata Netty kepada Republika, Senin (27/9).

Baca Juga

Menurutnya penggunaan aplikasi PeduliLindungi selama ini juga dinilai belum optimal. Seharusnya pemerintah merespons keluhan masyarakat, memperbaiki dan melengkapi kekurangannya, dan memperketat serta menjamin keamanan data pengguna.

"Kenyataannya aplikasi PeduliLindungi dapat ‘diakali’, masih sering error, dan belum efektif menjadi alat tracking," ujar politikus PKS tersebut.

Dia memandang wacana aplikasi PeduliLindungi sebagai pembayaran digital juga dinilai tidak urgen sama sekali. Sebab pemerintah juga sudah memiliki alat pembayaran digital seperti LinkAja yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN.

"Jika aplikasi PeduliLindungi dalam penanganan pandemi saja masih banyak kekurangan, jangan ditambah lagi ‘beban’ sebagai alat pembayaran digital," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile